Tanpa Layanan Google, Huawei Masih Optimis

"Huawei kini mulai ajak Developer gantikan layanan aplikasi Google"

Huawei Semakin Optimis Meski Tanpa Layanan Google – Huawei kembali dikabarkan telah membentuk jalinan kerjasama bersama para pengembang (developer) dari berbagai kawasan, salah satunya yang terbaru dari India. Jalinan kerjasama ini dibentuk sebagai upaya dalam membuat layanan mobile lokal yang akan disematkan pada smartphone Huawei nantinya.

Perlu untuk diketahui bahwa upaya yang diambil oleh pihak Huawei tersebut merupakan salah satu jalan altenatif yang memang dipersiapkan sebagai pengganti layanan Google, yakni Google Mobile Service (GMS).

Huawei Semakin Optimis Meski Tanpa Layanan Google

Di satu sisi, menurut kabar terbaru yang dikutip dari The Economic Times pada 26 Januari 2020 lalu, adanya sanski dari pemerintah AS terhadap Huawei yang membuatnya tak bisa menggunakan produk buatan Amerika Serikat, seperti layanan Google, memicu Huawei untuk bergerak secara agresif untuk menghadapi pasar yang demikian sengitnya.

Adanya blokde atau boikot pasar perdagangan yang digulirkan oleh pihak Amerika Serikat di tahun 2019 ini tentu saja berdampak besar pada perusahaan. Pasalnya, pihak Huawei tak bisa menggunakan layanan GMS yang di dalamnya ada beberapa fitur yang sering digunakan oleh para pengguna, seperti YouTube, Maps, Chrome, dan juga Gmail.

“Kami memiliki HMS, dan sedang berusaha membangun sebuah ekosistem mobile. Sebagian besar aplikasi-aplikasi kunci seperti navigasi, pembayaran, gim, dan pesan akan siap,” demikian ungkap CEO Huawei dan Honor India, Consumer Business Group, Charles Peng.

Perlu untuk diketahui bahwa HMS sendiri merupakan layanan seperti GMS milik Google yang bisa digunakan pada setiap ponsel Huawei. Yang menarik bahwa layanan HMS milik Huawei ini dikatakan oleh Peng tak akan berbeda dengan layanan dari GMS.

“Kami fokus pada bagaimana bekerja dengan para developer untuk memberikan pengalaman konsumen yang baik. Ini adalah sebuah tantangan yang kami coba atasi,” tambah Peng.

“Kami akan menciptakan model bisnis end-to-end dengan para developer, penyedia konten, dan layanan. Kami akan memberikan keuntungan kepada mereka,” pungkas Peng.

Di lain sisi, adanya boikot layanan Google pada Huawei yang dilakukan oleh pihak AS ini memang secara sekilas merugikan Huawei. Namun, dari sisi lain, kondisi tersebut justru memicu Huawei untuk lebih agresif dalam merancang atau membangun layanan HMS secara lebih canggih sehingga tak kalah dengan GMS milik Google.

Teknologi Terkait

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0
Top