Penjualan iPhone X Melambat, Samsung Tahan Produksi OLED

Tingkat Penjualan iPhone X Mulai Melambat – Ada kabar menarik dari salah satu pabrikan asal Korea Selatan, yaitu Samsung. Dimana, beberapa lalu Samsung diprediksi kuat tengah menahan produksi OLED di pabrik baru selama enam bulan mendatang. Pemberhentian produksi layar OLED tersebut juga tak lepas dari catatan Apple dalam mengurangi pesanan untuk iPhone X. Samsung merupakan mitra manufaktur panel OLED iPhone X.

Tingkat Penjualan IPhone X Mulai Melambat

Padahal, jika menurut kabar berita yang dilaporkan melalui Softpedia pada Kamis (5/4/2018), Samsung pada awalnya memiliki ekspektasi tinggi terhadap produksi OLED.

Tak cukup sampai di situ saja, bahkan menyandang sebagai manufaktur layar untuk iPhone X, raksasa teknologi asal Korea Selatan itu berinvestasi tidak kurang dari US$ 3,8 miliar sebelum Apple merilis smartphone tersebut. Hal itu tentunya dilakukan agar bisa memenuhi estimasi pesanan yang sudah tercatat.

Di samping itu, untuk kapasitas produksi juga kabarnya akan ditingkatkan di Korea Selatan hingga 60 ribu panel OLED setiap bulan. Akan tetapi, satu hal yang disayangkan bahwa Samsung kini dilaporkan menahan operasional produksi OLED karena tidak ada satu pun perusahaan yang membeli layar tersebut.

Sementara itu, di lain sisi Apple sendiri pun juga dilaporkan telah mengurangi pesanan layar iPhone X hingga hampir 50 persen karena penjualannya melambat. Perusahaan asal Negeri Paman Sam itu pada awalnya memperkirakan penjualan iPhone X bisa mencapai 100 juta unit, tapi kemudian terjadi penurunan target ke 90 juta unit pada Januari, lalu menjadi 75 juta unit pada Februari 2018.

Bahkan, sampai detik ini pun penjualan iPhone X tak kunjung menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Penjualannya pun diprediksi akan mengalami penurunan dalam bulan-bulan mendatang. Di sisi lain, Samsung dilaporkan juga mengalami masa yang berat karena kesulitan menemukan calon pembeli baru panel OLED di Tiongkok.

Dengan fakta yang terjadi sekarang ini secara tentu saja perusahaan asal Negeri Ginseng itu dinilai membuat langkah yang salah karena memperkirakan para manufaktur Tiongkok akan melepas LCD, setelah Apple melakukan transisi ke OLED.

Teknologi Terkait

Your compare list

Compare
Hapus Semua
Bandingkan
0
Top