Ternyata, Xiaomi dan iPhone Paling Sering Diselundupkan ke Indonesia

Xiaomi dan iPhone Jadi Unit Penyelundupan Terbanyak – Ternyata, beberapa ponsel lain yang ada di Indonesia ada beberapa yang merupakan barang ilegal. Salah satu di antaranya yaitu iPhone dan Xiaomi. Bahkan, pihak Asosiasi Pengusaha Ponsel Indonesia menyebutkan merek telepon seluler (ponsel) ilegal terbanyak yang beredar di Indonesia adalah iPhone dan Xiaomi.

Xiaomi Dan IPhone Jadi Unit Penyelundupan Terbanyak

Fakta tersebut juga bisa dibuktikan dari dua merek tersebut yang mendominasi 20.545 ponsel ilegal hasil penindakan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan selama enam bulan terakhir. Diketahui juga sudah ada setidaknya puluhan ribu ponsel selundupan itu berasal dari impor dalam jumlah besar maupun oleh penumpang yang membawanya dari luar negeri. Juga ada ponsel yang didapat sebagai barang kiriman.

“Memang handphone ilegal yang ada di sini paling banyak iPhone dan Xiaomi, dua itu paling banyak,” kata Ketua Asosiasi Pengusaha Ponsel Indonesia Hasan Aula saat ditemui di tengah-tengah pemusnahan barang ilegal di kantor pusat DJBC, Jakarta Timur pada Kamis (15/2/2018).

Terkait hal tersebut, Hasan sendiri juga berpendapat bahwa kebanyakan iPhone dan Xiaomi ilegal yang beredar di Indonesia bisa masuk melalui jalur-jalur yang tidak resmi dan tidak bayar pajak. Adapun produk ponsel dikatakan resmi apabila telah memenuhi ketentuan yang ditetapkan pemerintah, salah satunya memenuhi tingkat kandungan dalam negeri (TKDN).

Tak hanya sampai di situ, bahkan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyayangkan fakta masih maraknya penyelundupan ponsel serta bisnis gadget melalui jalur yang tidak resmi. Padahal, selama ini pemerintah sudah memberikan kemudahan regulasi bagi pengusaha untuk memperdagangkan ponsel dan gadget, bahkan yang dari luar negeri.

“Kurang apalagi pemerintah memberikan kemudahan-kemudahan. Sertifikasi yang tadinya sampai dua bulan, sekarang dua hari, jadi apa yang kurang, masih juga nyelundup,” tutur Rudiantara.

Di sisi lain, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebutkan, nilai ponsel ilegal itu mencapai Rp 59,6 miliar dengan estimasi kerugian negara mencapai Rp 10,3 miliar. Tentu saja, fakta tersebut menjadi sebuah keprihatinan yang mencoreng industri smartphone di Indonesia yang kini tengah berkembang pesat.

Teknologi Terkait

Your compare list

Compare
Hapus Semua
Bandingkan
0
Top