Google Depak 700 Ribu Aplikasi Abal-abal di Playstore

Aplikasi Palsu – Bagi para pengguna Android memang sering kali diresahkan dengan banyaknya aplikasi abal-abal yang menyaru sebagai aplikasi lain di Playstore. Bukannya bermanfaat, aplikasi-aplikasi abal-abal tersebut terkadang hanya berisi iklan yang bahkan tidak jarang virus. Tentu saja, hal ini sangat merugikan bagi para pengguna Android yang cukup banyak.

Aplikasi Palsu

Baru-baru ini, para pengguna Android nampaknya boleh sedikit berlega hati pasalnya Google baru-baru ini berhasil menghapus aplikasi-aplkasi abal-abal tersebut dari Playstore. Jumlahnya tak tanggung-tanggung, tidak kurang dari 700000 aplikasi abal-abal ditendang dari Playstore.

Aplikasi tersebut terindikasi berbahaya bagi pengguna Android. Di mana, dalam hal ini aplikasi tersebut merupakan malware dan aplikasi kloning tiruan dari aplikasi-aplikasi orisinil yang sudah lebih dulu hadir di Play Store. “Kami sudah mengidentifikasi aplikasi mana yang memiliki kriteria berbahaya. Hasilnya, 99 persen aplikasi yang masuk ke kategori berbahaya telah kami hilangkan dari Play Store,” kata Andew Ahn, Google Play Product Manager sebagaimana Begawei kutip dari The Verge melalui Liputan6Tekno.

Keberhasilan Google dalam mendeteksi ratusan ribu aplikasi berbahaya tersebut tidak bisa dilepaskan dari mesin terbarunya. Di mana, mesin terbarunya tersebut mampu belajar dan mengidentifikasi aplikasi mana yang asli dan mana yang palsu.

Untuk diketahui, malware sendiri merupakan salah satu virus yang dirancang untuk mencuri data pribadi dari pengguna. Hal ini tentu akan sangat membahayakan para pengguna Android apalagi yang kerap melakukan transaksi keuangan menggunakan smartphonenya.

Sementara itu, aplikasi palsu yang merupakan kloningan dari aplikasi-aplikasi besar seperti WhatsApp, Facebook dan lain-lain juga bisa dibilang berbahaya. Pasalnya, tidak jarang jika aplikasi-aplikasi tersebut mengandung konten-konten yang melanggar ketentuan seperti pornografi, kekerasan, ujaran kebencian, serta aktivitas ilegal.

Di lain sisi, Google sendiri sebenarnya telah memberikan “petunjuk” kepada para pengguna Android mengenai aplikasi yang benar dan mana yang hanya sekedar menyaru. Di mana, sebagai upaya untuk mencegah dan menanggulangi maraknya peredaran aplikasi abal-abal, Google juga memperkuat tool terbaru, Google Play Protect, untuk memperingatkan pengguna apabila menemukan aplikasi yang memiliki malware di dalamnya.

Teknologi Terkait

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0
Top