Diblokir Facebook, Harga Bitcoin Terjun Bebas

Kebijakan Facebook – Bitcoin akhir-akhir ini memang sedang ngetren di kalangan pengguna dunia maya. Mata uang digital ini memang menjadi primadona tersendiri bagi para pencari keuntungan di dunia maya. Meskipun di beberapa negara, mata uang digital ini masih belum dilegalkan penggunanya, nyatanya peminatnya tetap banyak. Sayangnya, baru-baru ini Facebook sebagai platform sosial media terbesar menerapkan kebijakan untuk memblokir iklan terkait dengan mata uang digital.

Kebijakan Facebook

Kebijakan Facebook tersebut rupanya cukup berpengaruh dengan nilai tukar dari Bitcoin. Sesaat setelah Facebook menerapkan kebijakan tersebut, nilai tukar Bitcoin langsung terjun bebas. Di mana terhitung pada tanggal 2 Februari 2018 Bitcoin menyentuh nilai terendahnya dengan angka US$ 9.022 untuk satu keping Bitcoin. Angka ini tentu sangat jauh jika dibandingkan dengan nilai tukarnya pada beberapa bulan lalu yang sempat menyentuh US$ 20.000 (Rp 268 jutaan) untuk satu Bitcoin.

Facebook sendiri memiliki alasan kuat mengapa pihaknya mengeluarkan kebijakan untuk memblokir iklan-iklan terkait dengan mata uang digital. Facebook beralasan jika mata uang digital merupakan praktik menyesatkan. “Kami menciptakan sebuah kebijakan baru, yaitu melarang iklan untuk mempromosikan berbagai produk dan layanan finansial, yang sering dikaitkan dengan praktik-praktik promosi menyesatkan seperti binary option, ICO dan cryptocurrency,” kata Director Management Product Facebook, Rob Leathern.

Kebijakan tersebut pun dilakukan untuk semakin melindungi keamanan dan kenyaman dari pengguna Facebook. “Kami ingin orang-orang terus menemukan dan mempelajari tentang berbagai produk dan layanan baru melalui iklan Facebook tanpa takut ditipu. Konon, banyak perusahaan yang mengiklankan binary option, ICO dan cryptocurrency, tidak beroperasi dengan iktikad baik,” ungkap Leathern.

Beberapa waktu yang lalu sendiri sempat tersiar kabar jika nilai mata uang digital Bitcoin ini selaras dengan jumlah pencarian di Google Search. Hal ini menjadi sebuah indikasi jika Bitcoin memang selaras dengan kepopulerannya. Seperti yang diungkapkan oleh Co-Founder DataTrek Research, Nick Colas “Pencarian Bitcoin saat ini benar-benar menurun. Jadi, nilai itu sama dengan kondisi nilai Bitcoin sekarang,” tutur Nick Colas tersebut.

Teknologi Terkait

Daftar Perbandingan

Bandingkan
Hapus Semua
Bandingkan
0
Top