Update Windows 10 Kini Harus Gunakan Nomor HP

Update Windows 10 Kini Harus Pakai No Hp – Windows 10 merupakan sistem operasi yang cukup populer dan banyak digunakan oleh pengguna di dunia. Beberapa pembaruan pun selalu dirilis guna memberikan pengalaman penggunaan yang lebih nyaman. Namun, ada yang sedikit menjanggal pada perubahan terbarunya.

Update Windows 10 Kini Harus Pakai No Hp

Dimana, kini untuk menerapkan Update terbaru OS Windows 10 (build 17063), pihak pengguna seolah dipaksa untuk memasukkan data nomor handphone (HP) tanpa memberi opsi untuk melewatinya. Jika data nomor telepon tidak dimasukkan, maka proses update tidak bisa dilanjutkan. Bahkan, pada proses instalasi di versi terbaru, akan muncul sebuah pemberitahuan pada layar yang meminta pengguna untuk memasukkan nomor ponsel.

Diketahui dari beberapa sumber, syarat tersebut tentu sebagai upaya guna menghubungkan perangkat PC dengan smartphone yang dimiliki. Selain itu, nomor Hp yang didaftarkan tersebut juga akan memberikan pengalaman seamless saat pengguna beralih dari gadget mobile ke desktop.

Namun, yang sangat disayangkan yaitu pilihan tersebut tidak bisa dilewatkan oleh pengguna. Bukan tanpa alasan, pasalnya pihal Microsoft tidak menyediakan tombol Skip. Sehingga, mau tak mau proses instalasi tak akan dilanjutkan jika pengguna tidak memasukkan nomor ponselnya. Di versi sebelumnya, proses ini masih bisa dilewati.

Nah, apabila pada kolom nomor ponsel diisi maka secara otomatis pihak Microsoft akan mengirim pesan singkat (SMS). Pesan tersebut sebetulnya hanya berisi tautan yang akan menghubungkan perangkat dengan ponsel milik pengguna.

Di samping itu, dari beberapa kabar atau laporan yang dilansir dari Phone Arena pada Kamis (4/1/2018), banyak yang berspekulasi bahwa bahwa tidak tersedianya pilihan untuk melewati proses itu disebabkan karena masalah teknis. Tentu, hal tersebut memicu banyak pertanyaan. Bahkan, sebuah asumsi menyebutkan bahwa tombol skip sebetulnya ada, namun tidak muncul di versi update Windows 10 build 17063, karena suatu dan lain hal, seperti kesalahan pemrograman dan sebagainya.

Namun, hanya saja untuk kepastian benar atau tidaknya asumsi tersebut masih belum ada kepastian yang jelas. Bukan tak ada sebab mengingat sampai hingga berita ini ditayangkan, Microsoft belum memberikan pernyataan resmi terkait kabar yang beredar ini.

Top