iPhone X Jadi Ponsel Disebut Produk Gagal, Kok Bisa?

iPhone X Jadi Produk Terburuk Selama 2017 – Diberitakan bahwa dalam dari sebuah media inovasi teknologi telah memberikan labelk pada salah satu produk yang bernama iPhone X sebagai salah satu produk gagal terbesar dan terburuk sepanjang 2017. Pasalnya, beberapa fitur yang ditawarkan iPhone X dinilai belum terlalu dibutuhkan penggunanya saat ini.

IPhone X Jadi Produk Terburuk Selama 2017

Umumnya, beberapa problem yang banyak dikeluhkan para pengguna iPhone Series lawas pada umumnya, seperti baterai yang boros dalam pemakaian singkat, baterai lawas yang memengaruhi kinerja ponsel, atau material yang tidak begitu awet belum bisa diatasi Apple.

“iPhone X adalah simbol malfungsi. Ponsel ini dibekali fitur yang tidak diminta siapa pun. Layarnya yang besar tidak memungkinkan untuk digunakan dengan satu tangan, dan menguras banyak piksel di setiap sudutnya, hingga ke notch (takik di bagian layar atas)”, begitu tulis Fastcodesign pada Kamis (11/1/2018).

Tak hanya itu saja, beberapa media teknologi pun juga tak jarang yang memberikan kritik pada beberapa perubahan fitur iPhone X dari generasi sebelumnya yang disebut belum terlalu dibutuhkan untuk saat ini.

“Face ID adalah mimpi buruk untuk UX (user experience) dengan menghapus tombol home yang mendukung UI (tampilan antar muka). Namun marketing Apple berhasil memoles fitur yang tidak perlu ini sebagai ‘ponsel masa depan'”, imbuhnya.

Di sisi lain, walaupun tak menunjukan data survey atau pendapat dari para pengguna namun jika melihat dari beberapa tulisan yang dikutip pada beberapa artikel berbeda, ternyata banyak yang mendukung klaim bahwa iPhone X merupakan salah satu produk gagal dalam kurun waktu di tahun 2017.

Terlepas dari itu, Apple sendiri juga pernah menyebut bahwa prosesor baru iPhone X yang berupa A11 Bionic memiliki ‘sistem saraf’ hingga 600 miliar operasi per detik, dan 70 persen lebih cepat dibanding seri sebelumnya, A10 Fusion. Kecanggihan tersebut tentu saja dibuat untuk menambah daya tampung artificial intelligence yang menangani machine learning dan membantu sensor Face ID untuk bisa mengenal wajah pemiliknya, ketika mengenakan kacamata atau bertumbuh jenggot. Nyatanya, chip A11 Bionic yang diklaim lebih cepat itu belum tentu mampu memindahkan aplikasi lebih cepat 70 persen.

Teknologi Terkait

Daftar Perbandingan

Bandingkan
Hapus Semua
Bandingkan
0
Top