Go-Food Diklaim Jadi Layanan Jasa Antar Makanan Terbesar di Dunia

Pencapaian Go-Food – Salah satu layanan dari Go-Jek yang kerap digunakan para penggunanya adalah Go-Food. Layanan ini merupakan layanan jasa antar makanan yang diklaim telah bekerjasama dengan ribuan restoran di berbagai kota Indonesia. Kemudahan yang ditawarkan melalui jasa Go-Food ini membuatnya banyak digunakan oleh para pengguna aplikasi Go-Jek.

Pencapaian Go Food

Rupanya, banyaknya pengguna Go-Food ini membuatnya menjadi layanan jasa antar makanan terbesar di dunia di luar Tiongkok. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh CEO Go-Jek Nadiem Makarim dalam konferensi pers Go-Food Festival di Pelataran Pasaraya Blok M. “Go-Food (kini) menjadi sesuatu yang kita kira tidak akan sebesar ini. Awal aplikasi (Go-Jek) kami luncurkan belum ada Go-Food, tapi setelah kami lihat, 80-90 persen dari shopping pengguna Go-Jek adalah makanan,” ungkapnya.

Bahkan, dirinya mengungkapkan jika tiga sampai empat bulan semenjak Go-Food pertama kali diluncurkan transaksinya meledak jumlahnya. “Kita dari transaksi food delivery terbesar di dunia di luar Tiongkok, 2,5 tahun (sejak Go-Food hadir) Go-Food jadi suatu bisnis food delivery yang dibahas di luar negeri termasuk di Silicon Valley, Tiongkok, dan India, case study bagaimana bisnis food delivery bisa bagus lewat motor,” ujar Nadiem menceritakan tentang layanan Go-Food yang menjadi perhatian di dunia.

Tak mengherankan, Go-Food memang menjadi layanan andalan dari Go-Jek diluar layanan ride sharing yang dimilikinya. Bagaimana tidak, diantara beberapa aplikasi ride sharing yang ada di Indonesia, hanya Go-Jek yang memiliki layanan antar makanan. Hal ini pun selain menguntungkan konsumen namun juga menguntungkan pemilik kedai atau restoran yang dapat sekaligus berpromosi dengan memasang restorannya di aplikasi Go-Jek.

Bahkan, Nadiem mengungkapkan kesuksesan Go-Food ini pun turut berkontribusi terhadap pertumbuhan pelaku UMKM yang jumlahnya kian banyak. Saat ini sendiri Go-Food diklaim sudah bekerja sama dengan 125000 merchant di berbagai kota di Indonesia. Di mana, dari 125000 merchant tersebut, 80 persen diantaranya merupakan UMKM kuliner.

Sementara itu, 20 persen lainnya merupakan pelaku usaha kuliner yang telah sukses dan memiliki outlet. Meskipun dengan adanya Go-Food ini konsumen dimudahkan tanpa harus langsung datang ke toko atau restoran, namun menurut Nadiem pertumbuhan restoran justru semakin banyak semenjak ada Go-Food.

Top