25 Tahun Lalu, SMS Pertama Kali Dikirim

25 Tahun SMS – Saat ini SMS mungkin sudah jarang digunakan oleh para pengguna Smartphone. Bukan tanpa alasan, banyaknya aplikasi messenger yang semakin memudahkan cara berkomunikasi membuat SMS semakin ditinggalkan. Pengiriman pesan menggunakan aplikasi pesan instan pun dinilai lebih murah dibandingkan SMS. Pasalnya, ketika kita menggunakan aplikasi pesan instant kita hanya perlu terhubung dengan internet untuk dapat mengirimnya. Hal ini berbeda dengan SMS yang membutuhkan biaya pulsa untuk mengirimnya.

25 Tahun SMS

Tak hanya itu, kemampuan SMS yang terbatas hanya pengiriman teks saja juga semakin membuat banyak pengguna smartphone jarang menggunakannya. Namun, di luar hal tersebut pada era sebelum smartphone menjamur SMS merupakan komunikasi favorit para pengguna telepon genggam. SMS dinilai lebih murah karena tidak memakan pulsa terlalu banyak jika dibandingkan dengan menelepon.

Namun, tahukah Anda jika pada tanggal 3 Desember 2017 yang lalu SMS telah mencapai usianya yang ke 25 tahun? Ya, pada tanggal 3 Desember 1992 SMS pertama di dunia berhasil terkirim. Isi dari pesan singkat tersebut pun sangat singkat yakni “Merry Christmas”. Adalah Neil Papworth yang menjadi orang pertama di dunia yang mengirimkan SMS. Neil merupakan seorang pengembang software dari Sema Group. SMS pertama ini dikirimkan Neil melalui jaringan milik Vodafone GSM di Inggris. Bukan dengan HP, Neil mengirimkan SMS menggunakan komputer muluk Richard Jarvis yang tidak lain merupakan direktur Vodafone saat itu.

Penggunaan komputer untuk mengirim SMS pun bukan tanpa alasan, mengingat pada saat itu kemampuan perangkat telpon hanya sebatas menerima SMS dan tidak bisa digunakan untuk mengirim. Bahkan, ponsel yang sanggup menerima pesan singkat SMS saat itu pun jumlahnya sangat sedikit. Ponsel pertama yang menerima SMS adalah Orbitel 901. Neil pun mengungkapkan jika SMS yang pertama kali ia kirimkan tersebut akhirnya menjadi besar dan juga banyak digunakan oleh berbagai orang di dunia. “Saya tidak tahu apakah mereka menganggapnya akan menjadi hal besar,” ujar Papworth dalam sebuah wawancara dengan Sky Newsyang Begawei kutip dari Skynewa melalui DetikInet.

Top