Youtube akan Hapus Video Dewasa Berkedok Kartun Anak

Youtube Perketat Pengawasan Konten – Youtube sebagai salah satu platform terfavorit saat ini memang terus menyempurnakan layanannya. Di mana, salah satunya adalah dengan kebijakan menyaring kontent-kontent bermuatan negatif. Salah satunya adalah konten negatif yang berkedok video kartun untuk anak. Di mana terkadang video-video tersebut menggunakan judul yang mengecoh seperti menggunakan nama karakter kartun Peppa Pig, Elsa di film kartun Frozen atau superhero yang ramah anak-anak. Di mana ketika video tersebut dibuka maka yang muncul merupakan konten yang justru tidak ramah anak.

Youtube Perketat Pengawasan Konten

Hal ini banyak membuat orang tua mengeluhkan karena kesulitan untuk mengontrol tontonan anak-anaknya. Untuk itulah, kini Youtube berusaha untuk lebih proaktif dalam menyaring segala konten-konten yang diunggah ke platform miliknya. “Kami dalam proses menerapkan kebijakan baru yang membatasi usia untuk konten yang telah ditandai di aplikasi YouTube utama. Setelah ditandai, konten yang dibatasi oleh umur tersebut secara otomatis tidak akan muncul di aplikasi YouTube Kids”. Jelas Youtube seperti yang Begawei kutip dari Androide Authority melalui KompasTekno.

Untuk itulah, Youtube pun juga membutuhkan partisipasi dari para penggunannya untuk dapat memberi tahu mengenai konten yang tidak pantas bagi anak-anak. Namun demikian, masih banyak kekhawatiran jika video tersebut masih dapat lolos dari penyaringan Youtube tersebut.

Sebelumnya, seorang penulis asal Inggris bernama James bridle mengeluhkan lemahnya filter konten anak-anak di YouTube. Tulisannya pun kemudian viral dan menjadi sebuah peringatan yang cukup menohok bagi Youtube. “Seseorang atau sesuatu atau beberapa kumpulan orang dan ‘sesuatu’ sedang menggunakan YouTube untuk ketakutan, traumatik, dan menyiksa anak-anak secara sistematis”, tulis Bridle dalam blog Medium.

Seperti yang diketahui, beberapa pengguna Youtube memang memanfaatkan kelemahan algoritma pada Youtube untuk dapat meraih penonton dan pelanggan sebanyak mungkin. Hal ini dilakukan utnuk dapat mendapatkan untung sebanyak-banyaknya. Biasanya, para pengguna nakal tersebut mengakali algoritma Search Engine Optimazion (SEO) agar dapat menyelip dihasil pencarian video untuk anak. Seperti yang terjadi pada beberapa kasus tersebut. Ini menjadi catatan tersendiri bagi Youtube.

Teknologi Terkait

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0
Top