Pilpres Makin Dekat, Kominfo Bersihkan Konten Negatif Internet

Kominfo Makin Rajin Bersih-Bersih Konten Negatif Internet – Konten negatif yang mudah sekali tersebar di dunia maya baik yang memantik propaganda SARA/kebencian, hingga yang mengandung ajaran terorisme dan radikalisme memang saat ini tengah menjadi perhatian utama pemerintah. Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sedang berusaha membersihkan konten-konten tersebut untuk mempromosikan penggunaan internet yang sehat.

Kominfo Makin Rajin Bersih Bersih Konten Negatif Internet

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara menuturkan jika pembersihan konten-konten negatif di internet ini bakal mulai digalakkan sebelum berlangsungnya Pilkada 2018 dan Pilpres 2019.

Sebelum memasuki Pilkada dan tahun depannya lagi ketika Pilpres, pemerintah harus siap-siap agar media sosial bisa dihindarkan dari penyebaran hal-hal negatif untuk kepentingan politik.

Pemerintah akan terus menjalin komunikasi dan koordinasi yang baik dengan para penyedia platform internet sehingga memiliki perhatian yang sama terhadap penyebaran konten-konten negatif di dunia maya.

“Setelah bertemu dengan para platform, sekarang kecepatan respons mereka atas laporan kami soal konten negatif sudah (naik) 50 persen,” kata Dirjen Aptika, Semual Abrijani Pangerapan, KompasTekno, Rabu (16/07/2017).

Pemerintah pun akan menawarkan kemudahan bagi masyarakat yang ingin melaporkan konten negatif. Ada tiga jalur yang  bisa digunakan untuk pengaduan konten hoax dan penebar kebencian, yaitu melalui situs resmi kominfo sendiri (www.kominfo.go.id), situs aduankonten.id, dan via WhatsApp melalui nomor 08119224545.

Aduan yang dilaporkan melalui situs ketika sudah masuk ke tahap verifikasi maupun penyelesaian akan memberikan notifikasi pada pelapornya. Proses ini dilakukan secara transparan agar masyarakat bisa memantau sendiri bagaimana sebuah konten negatif diberantas. Selain itu, hal ini akan semakin memicu pemerintah untuk lebih sigap lagi dalam mengatasi masalah tersebut.

Hal ini dilakukan sebab dalam pengaduan konten negatif yang sudah-sudah, masyarakat tidak bisa memonitor prosesnya. Bahkan, terkadang laporan tersebut tidak ditindaklanjuti sama sekali.

Untuk sementara ini, sistem pengaduan berbasis ticketing yang transparan ini baru digunakan untuk situs saja. Namun, ke depannya akses mobile pun akan menerapkan sistem ini.  Karena masih berupa soft launching, maka sistem ini masih membutuhkan sejumlah perbaikan.

Rata-rata proses dari pengaduan konten, verifikasi, hingga penyelesaian untuk saat ini membutuhkan waktu sekitar satu pekan. Namun, untuk ke depan pemerintah menjanjikan prosesnya lebih singkat.

Dari Desember 2016 hingga Juli 2017, Kominfo setidaknya telah menerima sekitar 780.310 aduan konten negatif ke situsnya. Proses normalisasi sendiri hingga saat ini sudah sekitar 351 situs dan jumlahnya terus akan bertambah.

Berdasarkan pantauan Kominfo, SARA/kebencian, pornografi, dan hoax menjadi tiga kategori teratas untuk aduan konten negatif.

Top