Usaha Qualcomm Memblokir Penjualan iPhone

Perseteruan Qualcomm dan Apple Menjalar ke Penjualan – Perseteruan hukum yang kini tengah membelit dua perusahaan besar di industri smartphone, Qualcomm dan Apple memang tampaknya tak kunjung mencapai titik temu. Perusahaan besar yang selama ini dikenal sebagai pembuat chipset smartphone tersebut masih terus melancarkan perlawanan balik gugatan yang dibuat oleh Apple untuknya.

Perseteruan Qualcomm Dan Apple Menjalar Ke Penjualan

Kali ini, langkah perlawanan yang dilakukan oleh Qualcomm adalah dengan cara meminta pemerintah Amerika Serikat untuk memblokir alias menjegal penjualan produk Apple, yakni iPhone terbaru. Tak hanya itu, perusahaan pembuat chipset tersebut juga berkeinginan untuk menghentikan penjualan iPhone yang ada pada saat ini.

Perselisihan ini dipicu karena Qualcomm menuduh Apple telah melanggar enam paten miliknya yang berhubungan dengan cara memperpanjang daya tahan baterai pada smartphone.

Saat ini, Qualcomm kabarnya tengah mengajukan surat keberatan kepada US International Trade Commission dan US District Court untuk Southern District of California.

General Counsel untuk Qualcomm, Don Rosenberg mengatakan jika temuan Qualcomm tersebut bisa dijumpai pada setiap iPhone dan bisa dikatakan sudah masuk ke kategori yang melebihi standar seluler. Apple tak juga berhenti dalam menggunakan teknologi buatan Qualcomm namun tak mau membayar lisensinya.

Masalah paten tersebut terlihat semakin menambah ketegangan hubungan antara kedua perusahaan. Sebelumnya, Qualcomm dan Apple sudah berselisih karena hal lain.

Pertikaian yang sebelumnya terkait dengan dugaan monopoli Qualcomm serta tagihan berlebih yang diberikan kepada Apple.

Federal Trade Commission pernah mengajukan gugatan pada Qualcomm sehubungan dengan masalah praktik monopoli dalam penjualan modern smartphone. Di waktu yang bersamaan, Apple juga mengajukan gugatan untuk hal serupa.

Apple sendiri merasa jika Qualcomm membebankan bayaran yang terlalu berlebihan kepadanya terkait dengan pemakaian jenis paten tertentu. Tak hanya itu, raksasa teknologi yang produk-produknya sangat diminati oleh konsumen di pasar smartphone itu juga memberikan tudingan pada Qualcomm karena dianggap menyelewengkan posisinya sebagai pemimpin pasar. Selain itu, Apple menuding syarat pakai yang diterapkan oleh perusahaan chipset terbesar itu tidak adil.

 

Top