Pabrik Surface Hub Microsoft Ditutup

Penutupan Pabrik Surface Hub – Microsoft baru-baru ini dikabarkan baru saja menutup pabrik perakitan salah satu produk andalannya yakni Surface Hub yang berlokasi di Oregon, Amerika Serikat. Surface Hub sendiri merupakan sebuah produk tablet raksasa yang memiliki layar seluas 84 inci. Namun, meskipun pabrik perakitannya ditutup, Microsoft rupanya tidak akan menghentikan produksi perangkat tersebut.

Penutupan Pabrik Surface Hub

Pabrik ini sendiri merupakan pabrik yang didapat Microsoft saat mereka mengakuisisi Perpective Pixel pada 2012 dan telah beroperasi sekitar satu tahun. Akibat penutupan tersebut, tidak kurang dari 124 karyawan yang ada di pabrik tersebut pun harus dirumahkan. Tidak diketahui kemana Micrososft akan memindahkan proses produksi perangkat tablet raksasa tersebut. namun jika melihat dari beberapa pabrik yang dimiliki Microsoft, sepertinya mereka akan memindahkan produksi perangkat tersebut ke pabrik yang ada di China.

Meskipun demikian, dikutip dari The verge, Microsoft hingga saat ini tidak mau buka suara mengenai hal tersebut. mereka hanya mengkonfirmasi kebenaran kabar tutupnya pabrik tersebut. “Kami sedang mengkonsolidasi perakitan Surface kami. Dampaknya adalah penutupan di kantor dan pabrik di Wilsonville, Oregon. Kami tetap berkomitmen pada lini produk Surface Hub dan akan melanjutkan pengembangannya di Redmond,” ujar juru bicara Microsoft dalam pernyataannya.

Surface Hub sendiri merupakan perangkat tablet raksasa dengan lebar layar untuk varian terendahnya 55 inci dan varian tertinggi 84 inci yang dipamerkan ke publik untuk pertama kalinya pada acara Windows 10 di Seattle sekitar dua tahun yang lalu. Perkenalannya tersebut pun sebenarnya telah mundur dari jadwal semula yang seharusnya dipamerkan pada 2015 namun baru bisa terlaksana pada 2016.

Saat ini Microsoft memiliki dua varian Surface Hub ini yakni varian layar 55 inci yang dijual dengan kisaran harga USD 9000 atau setara dengan Rp 100 jutaan dan juga varian dengan layar yang lbih lapang yakni 84 inci yang dijual dengan harga USD 22000 atau setara dengan Rp 230 jutaan. Peminat perangkat ini sendiri hingga saat ini disebut-sebut masih cukup banyak.

Top