Yota Luncurkan Smartphone Dua Layar Terbarunya, Dijual Berapa?

Smartphone Dua Layar YotaPhone 3 Resmi Dirilis – Vendor smartphone asal Rusia, Yota Devices, secara resmi telah memperkenalkan smartphone terbarunya yang diberi nama YotaPhone 3. Tak berbeda dengan seri pendahulunya, perangkat generasi ketiga ini juga hadir dengan dua layar sekaligus yang memang menjadi ciri khasnya. Satu layar berada di depan sedangkan yang satunya lagi berada di belakang.

Smartphone Dua Layar Yotaphone 3 Resmi Dirilis

Yota sendiri telah mengumumkan smartphone ini pada sebuah konferensi di Tiongkok. Perusahaan asal Rusia tersebut juga menyebutkan jika YotaPhone 3 akan diluncurkan dalam waktu dekat di Tiongkok dan Rusia.

Spesifikasi YotaPhone 3 saat ini memang tidak terlalu banyak ditemukan di media. Namun, smartphone tersebut diketahui akan menggunakan layar AMOLED pada layar pertama atau utamanya dan layar E-ink untuk layar kedua alias yang dibubuhkan pada bagian belakang.

YotaPhone 3 juga ditawarkan dalam dua pilihan memori internal, yakni 64 GB yang dijual dengan harga 350 dollar AS atau sekitar Rp 4,6 juta dan varian kedua adalah yang memiliki bekalan memori internal 128 GB dengan banderol harga 450 dollar AS atau sekitar Rp 5,9 juta.

Hingga saat ini masih belum diketahui spesifikasi internal yang ada pada YotaPhone 3. Namun yang pasti perangkat ini menjalankan sistem operasi Android meski versinya juga belum diketahui.

Menurut kabar yang berkembang, Yota menjalin kerja sama dengan perusahaan Tiongkok, ZTE dalam pembuatan smartphone generasi ketiga ini. Meski begitu, produksi YotaPhone 3  kemungkinan masih akan dibatasi sebanyak 100.000 unit untuk sementara waktu.

Sekarang pun masih belum ada kejelasan apakah YotaPhone 3 yang memiliki layar ganda tersebut juga bakal dirilis di negara lain setelah Tiongkok dan negara asalnya, Rusia. Apalagi jika mengingat kegagalan yang pernah dialami oleh pendahulunya, tentu Yota Devices akan menjadikan hal ini sebagai pertimbangan terkait dengan pemasaran dari ponsel ini.

Sebelumnya, perusahaan tersebut sempat berusaha untuk menembus pasar Amerika Serikat melalui YotaPhone 2 pada tahun 2015 yang lalu. Namun, langkah yang dilakukan rupanya malah menuai kegagalan. Pasalnya, dana yang dibutuhkan untuk hal itu tidak terkumpul sehingga bisa dikatakan kiprah dari ponsel ini tidak begitu sukses di pasaran.

Top