Tinggalkan China Foxconn Bakal Pindah Ke Amerika Serikat, Benarkah?

Selangkah Lagi, Foxconn Penuhi Keinginan Donald Trump? – Januari lalu Foxconn mengatakan sedang mempertimbangkan fasilitas produksi iPhone dari China ke Amerika Serikat. Menurut CEO dan Direktur Utama Foxconn, Terry Gou, fasilitas produksi yang bakal ditanam di Negeri Paman Sam adalah pabrik layar ponsel alias mobile display. Kurang lebih 6 bulan setelah omongan tersebut, itikat Foxconn untuk pindah ke AS semakin kencang terendus.

Sepertinya tinggal selangkah lagi Foxconn merambah ke AS, setidaknya dari pernyataan Presiden AS, Donald Trump beberapa saat lalu berkunjung ke Milwaukee, Wisconsin, AS. Trump mengindikasikan bahwa ada sebuah perusahaan yang sedang bernegosiasi dengan negara bagian Wiscosin untuk pembangunan pabrik. Trump belum menyebutkan secara gamblang bahwa perusahaan tersebut adalah Foxconn.

Presiden Dewan Teknologi Wisconsin, Tom Still, terang-terangan menyebutkan nama Foxconn. Menurutnya keterampilan kerja di Wisconsin barangkali menjadikan pertimbangan Foxconn membangun pabrik di negara tersebut. Pemindahan fasilitas iPhone dari China yang komandoi Foxconn ke Amerika Serikat merupakan cita-cita Trump sebagai presiden. Ia bahkan mengatakan pada CEO Apple, Tim Cook, bahwa pencapaian terbesar nya jika cita-citanya terwujud.

Pasalnya Trump ingin lebih banyak lapangan pekerjaan di AS. Selain itu Trump juga menginginkan Apple yang merupakan perusahaan AS memutar duit seutuhnya dari negara basisnya. Meski demikian tantangan pembangunan fasilitas pabrik di AS adalah biaya operasional. Di China upah buruh dan biaya operasional lainnya terhitung kecil dibandingkan dengan AS yang serba berstandar tinggi.

Jika operasional pabrik dan produksi tinggi, harga ritel iPhone juga akan menjulang. Saat ini saja harga iPhone sudah dianggap premium, entah akan meningkat berapa besar kalau fasilitas produksi dipindahkan ke AS. Foxconn sendiri telah menghitung kasar jumlah investasi yang dibutuhkan untuk membangun fasilitas produksi di AS. Menurut rekanan perakitan produksi Apple tersebut dibutuhkan biaya 7 miliar dollar AS atau sekitar Rp 93 triliun. Nilai tersebut ditaksir mampu membuka 30.000 hingga 50.000 lapangan kerja baru di AS.

Teknologi Terkait

Daftar Perbandingan

Bandingkan
Hapus Semua
Bandingkan
0
Top