Rugi Rp 9,4 Triliun, Kepala Keuangan Uber Mundur

Uber Rugi Rp 9,4 Triliun, Kepala Keuangan Hengkang – Layanan ride-sharing mengalami kerugian sebesar 708 juta dollar AS atau sekitar Rp 9,44 triliun pada kuartal pertama 2017. Angka tersebut belum termasuk kompensasi saham untuk pegawai dan hal-hal rinci lainnya. Meski merugi Uber sesumbar sat ini masih memiliki uang sebesar 7,2 miliar dollar AS atau sekitar Rp 96 triliun. Uber juga mengatakan memiliki dana ekuitas dan pendanaan senilai 15 miliar dollar AS atau sekitar Rp 200 triliun.

Kerugian yang dialami Uber saat ini lebih kecil dibandingkan dengan kerugian pada kuartal ke empat 2016 lalu yang mencapai 991 juta dollar AS atau sekitar Rp 13,2 triliun. Entah berhubungan atau tidak dengan keuangan perusahaan, yang jelas Head of Finance Uber, Gautam Gupta mengumumkan pengunduran dirinya dari startup transportasi berbasis san Francisco itu.

Pengumuman ini tak lama dari setelah Uber merilis laporan keuangan pada kuartal pertama 2017. Gupta akan efektif meninggalkan Uber per Juli 2017 mendatang. ia selanjutnya pindah ke startup lain yang juga berdomisili di san Francisco, AS.

“Selama saya disini (Uber), saya sangat terinspirasi dengan pengoprasian Uber yang sangat baik,” ujar Gupta. Diketahui Gupta bergabung ke Uber sejak 2013 lalu sebagai Head of Financial. Bosnya kala itu adalah Brent Callinicos yang menjabat sebagai Chief of Finance. Callinicos kemudian meninggalkan Uber pada 2015 lalu untuk bergabung ke startup transportasi bernama Hyperloop One. Jabatan Chief of Finance dikosongkan sampai¬†saat ini.

Seharusnya Gupta naik jabatan namun tak terjadi. hal ini disinyalir menjadi salah satu alasan mengapa Gupta hengkang dari Uber selain dari alasan-alasan lainnya. Belakangan ini masalah sekan menjadi teman baik Uber, mulai dari isu seksis, masalah hukum dengan Google, keterlibatan dengan CEO Travis Kalanick dengan pemerintah Trump, hingga hutang dengan rekanan sopir karena salah perhitungan komisi.

Top