Twitter Bakal Hadirkan Layanan Berbayar?

Twitter Sediakan Layanan Berbayar? – Twitter setelah selama ini hanya menyediakan layanan gratis yang didukung iklan, Twitter kabarnya tengah mempersiapkan untuk merilis layanan premium berbayar. Layanan berbayar itu bakal diaplikasikan untuk layanan TweetDeck, dan ditujukan untuk para pengguna profesional. Para pengguna layanan tersebut akan dikenakan biaya langganan. Dugaan rencana Twitter meluncurkan layanan berbayar pertama kalinya mengemuka saat seorang jurnalis New York Times mengunggah. Bocoran antarmuka versi premium dari TweetDeck, dashboard untuk menampilkan bermacam aliran list di Twitter.

Didalamnya tampak bahwa Twitter menyajikan tool analytics, notifikasi breaking news, serta informasi mengenai topik tweet dari follower pengguna. semua bisa dilihat dalam satu dashboard. Seorang juru bicara Twitter mengungkapkan bahwa pihaknya kini tengah mengadakan survei untuk mendapat masukan dari pengguna cara menjadikan TweetDeck lebih bermanfaat untuk pengguna profesional, dalam hal ini termasuk marketer dan jurnalis.

“Apakah anda menggunakan Twitter untuk bekerja atau anda hanya ingin tahu menenai berita, olahraga, politik, dan informasi terkini lainnya, antarmuka TweetDeck yang baru akan membantu anda mendapatkan lebih banyak manfaat dari Twitter,”sebut sang juru bicara.

Tidak disebutkan apakah Twitter benar-benar akan menarik bayaran dari layanan premium tersebut, atau berapa besar biaya langganan nantinya. Jurnalis New York Times, Andrew Tavani mengatakan bahwa salah satu besaran biaya yang tengah diprtimbangkan Twitter adalah 20 dollar AS atau sekitar Rp 267.000 per bulan.

Versi berbayar ini juga disinyalir akan bebas iklan. Sementara layanan inti Twitter akan tetap tersedia secara gratis dengan selingan materi promosi. Twitter sendiri memang memerlukan jalur pemasukan lain diluar iklan. Meski memiliki jumlah pengguna mencapai 319 juta, Twitter belum berhasil menjadikan iklan sebagai sumber pemasukan besar seperti yang dilakuakn jejaring sosial lainnya seperti Facebook. Sebaliknya pendapatan Twitter malah menurun pada kuarta ke empat 2016 dibandingkan kuartal yang sama tahun sebelumnya.

Top