Bangkit, Strategi BlackBerry Indonesia Banjir Pujian

Strategi BlacBerry di Indonesia Tuai Pujian – Pemegang saham terbesar BlackBerry, Fairfax Financial memuji keputusan CEO BlackBerry, John Chen yang memutuskan BlackBerry melisensi software dengan vendor lokal Indonesia. Dalam surat setebal 24 halaman yang dibuat oleh CEO sekaligus Chairman Fairfax Financial, Prem Watsa, Chen dianggap sukses dengan strategi tersebut dan membawa kinerja keuangan Blackberry mendekati titik impas. Bagian terbaik dari perjanjian lisensi itu adalah BlackBerry menerima royalti untuk setiap unit perangkat smartphone yang dijual di Indonesia.

Disisi lain juga BlackBerry tak perlu repot-repot lagi memikirkan soal investasi, pemasaran dan rantai pasokan. BlackBerry hanya perlu memasok software kepabrik yang tepat. Selain di Indonesia, BlackBerry juga melakukan hal yang sama di China dan India.

di Indonesia sendiri BlackBerry bekerja sama dengan PT BB Merah Putih dan merek lokal Tiphone menghadirkan perangkat Android BlackBerry Aurora pad awal Maret 2017 lalu. BlackBerry resmi menyapa masyarakat Indonesia. Ponsel Android pertama yang diproduksi dan dipasarkan khusus di Tanah Air itu menyasar kelas menengah dengan bandrol Rp 3,5 juta. BlackBerry Aurora mengusung layar yang terbilang standar, yakni layar berkualitas HD untuk ukuran 5,5 inci. Prosesornya buatan Qualcomm, yakni Snapdragon 425 berkecepan 1.4 GHz.

Perangkat Android pertama yang di produksi di Indonesia ini dirakit di Bekasi dengan kapasitas produksi 100.000 unit per bulan. Selain itu juga BlackBerry juga melisensi layanan pesan instan BlackBerry Messenger (BBM) ke grup media Emtek pada akhir 2016 lalu.

Perjanjian senilai Rp 2,7 triliun ini membuat grup Emtek bisa menyalurkan beragam konten dan layanannya. Surat dari Watsa mengakui peran penting Chen yang membawa BlackBerry di masa transisi, dari perusahaan hardware menjadi software dan penyedia layanan.

Bisnis manufaktur BlackBerry diketahui merugi dan keuangannya sangat tidak stabil dalam beberapa tahun terakhir. Diversiasi layanan ini menjadi strategi Chen untuk mengembalikan kejayaan BlackBerry.

Top