Gara-gara Salah Hapus File, Startup Tumbang

Startup Tumbang, Gara-gara Salah Klik File – Nasib sial sedang berada pada GitLab, Layanan virtual workspace untuk programer yang disediakan oleh startup ini mendadak tumbang karena sebuah kesalahan kecil yang berakibat fatal. Peristiwa tersebut terjadi pada selasa sore pekan ini. Ketika seorang system administrator GitLab mencoba memperbaiki kelambanan yang terjadi di situsnya dengan cara menghapus file backup database.

Celakanya menurut penuturan di blog GitLab karena salah memasukan perintah pemrograman yang terhapus justru basis data utama. Yang sistem admin pun terlambat menyadari kesalahan tersebut. System admin baru sadar ada yang janggal ketika proses penghapusan sudah berlangsung beberapa lama. Team member 1 mencoba membatalkan penghapusan tapi sudah telat. Dari sekitar 300 GB file database hanya tersisa 4,5 GB saja.

Situs GitLab kemudian terpaksa diturunkan untuk melakukan perbaikan darurat. GitLab membuat pengumuman via blog, twitter dan Google Doc untuk memberitahu pengguna. Masalah tidak berhenti sampai disitu karena tim GitLab berulang kali gagal melakukan restore data akhirnya tim me-restore backup dari enam jam sebelumnya. Artinya data yang dibuat dalam waktu enam jam antara backup terakhir dan penghapusan itu bisa dikatakan lenyap selamanya.

Masih untung database yang terdampak tidak menyimpan kode pemrograman milik pengguna, melainkan hanya hal-hal seperti komentar dan laporan bug saja. Kebanyakan pelangggan yang membayar langganan pun tidak kena imbasnya. Interim VP of Marketing GitLab, tim Anglade mengaku menyalahkan sang system administrator. Human error juga dilakukan anggota tim lain yang gagal membuat backup sehingga sistem tidak bisa di restore.

Gitlab sendiri adalah penyedia layanan virtual workspace yang membantu programer berkolaborasi dalam mengerjakan proyek. Tahun lalu startup pesaing GitHub ini berhasil memperoleh pendanaan sebesar 20 juta dollas AS dari sejumlah investor. Jumlah karyawanpun tumbuh pesat, dari 9 orang yang tercatat  pada Maret 2015 menjadi lebih dari 100 orang.

Top