Tingkatkan Kualitas Suara, Google Menggaet Perusahaan Swedia

Selain sebagai mesin pencari, Google menawarkan berbagai fitur dan salah satunya adalah video conference. Terdapat berbagai produknya, tapi dua yang paling populer adalah Chromebox for Meeting dan Google Hangouts. Meski dinobatkan sebagai yang terbaik, komponen paling penting dalam aktivitas ini yaitu suara dirasa perlu ditingkatkan lagi. Karenanya, kerjasama dengan perusahaan Swedia pun dilakukan.

Google Menggaet Perusahaan Swedia

Diambil dari www.linkedin.com

Perusahaan salah satu negara di Eropa Utara ini sudah berkecimpung di bidang teknologi suara selama satu dekade. Layanan yang ditawarkan pun menggunakan sederet teknologi canggih. Maka, tak ayal jika Google tanpa ragu mengakuisisi Limes Audio. Langkah ini ternyata bukan yang pertama, karena pada 2007, Google melakukan sudah hubungan kerja dengan perusahaan lain bernama Marratech guna meningkatkan performa Google Talk and Hangouts dengan menggelontorkan dana sebesar 15 juta Dolar. Di tahun yang sama, Trendalyzer, perusahaan di bidang visualisasi data juga dirangkul sebagai partner. Bagi Anda calon pengguna fitur Google yang satu ini, pastikan paket internet lancar serta kuota yang besar.

Direktur pimpinan produk dari Google Cloud, Serge Lachapelle, di akun Twitter-nya mengatakan bahwa tahun ini Google sudah berkongsi dengan perusahaan Swedia sebanyak empat kali. Selain dua perusahaan yang sudah disebutkan, sebelumnya kerjasama dengan Limes Audio sudah dilakukan pada 2016 dan mengeluarkan dana sebesar 2,4 juta Dolar.

separator

Pendiri Limes Audio, Fredric Lindstrӧm dan Christian Schüldt mengumumkan kesepakatan bermitranya dengan Google tahun ini di homepage situs perusahaannya dan mereka mengatakan bahwa sangat antusias dan sudah membuat rencana-rencana pengembangan perihal video conference seperti kejelasan suara, memangkas efek dari akustik yang buruk, mengurangi kebisingan, serta distorsi dan pantulan yang memengaruhi kualitas suara. Nah, inovasi ini pun senada dengan penjualan pulsa secara online dari Traveloka. Jika video conference yang dilakukan ternyata melebihi batas waktu yang ditentukan dan kuota sudah menipis, tinggal masuk ke sana untuk menambah saldo tanpa harus keluar ruangan.

Dikarenakan ketertarikannya dalam proyek kali ini, Limes Audio mengadakan penelitian akademik dengan Blekinge Institute of Technology, di mana berkolaborasi dengan profesor di bidang pemrosesan sinyal terapan. Bahkan, digadang-gadang software terkenal sekelas TrueVoice akan disertakan guna mengatur gema. Sementara untuk jumlah timnya, diperkirakan sebanyak 20 orang.

Lalu, berapa banyak dana yang akan dikeluarkan Google dalam hal ini? Pihaknya sendiri tidak menyebutkan secara rinci maupun masa penyelesaiannya dan kapan mulai bisa digunakan. Namun, sepertinya akan memakan waktu lebih lama dari proyek-proyek sebelumnya, mengingat diadakan penelitian juga dengan orang yang berkompeten di bidangnya. Sambil menunggu, tidak ada salahnya berinvestasi pulsa terlebih dahulu di gadget yang akan Anda gunakan. Setelah gaji dikirim ke rekening, tinggal beli saja menggunakan e-banking.

Motivasi di balik peningkatan video conference sebenarnya didasari pada kebutuhan pengguna G Suite, di mana mayoritas penggunanya adalah businessman di segala bidang. Fitur yang Google tawarkan di salah satu produknya ini meliputi Gmail, Hangouts, Kalender, Google+, Drive, Dokumen, Spreadsheet, Formulir, Slide, Sites, Konsol Admin, Vault, dan G Suite Training. Harga yang dipatok untuk menikmati layanan ini pun tergolong murah yakni $3 dan $10 per bulan. Agaknya, hal ini senada yang dikatakan oleh Serge Lachapelle di blog-nya. Ia menyakinkan bahwa untuk menikmati versi baru dari video conference tidak akan memakan banyak biaya, bahkan dengan kualitas yang semakin baik. Kemudahan ini pun dilengkapi oleh Traveloka ya, membuat komunikasi menjadi lebih mudah.

Menilik dari uraian di atas, terlihat bahwa Google telah melakukan persiapan yang sangat matang guna mengembangkan salah satu fiturnya. Sayangnya, hal lain yang belum bisa diatasi adalah berkenaan dengan masalah klasik yakni buruknya koneksi internet, sehingga akan tetap memengaruhi kualitas suara pada video conference. Di samping itu, Google juga masih mencari solusi bagaimana jika digunakan di luar ruangan, mengingat adanya faktor pengganggu yakni embusan angin.

Meski kapan selesai penggarapan belum bisa diketahui, tapi bagi Anda yang ingin mengetahui progress-nya, Anda dapat mengunjungi situs CES 2017. Di sana Anda disuguhi ulasan yang ditulis oleh Consumer Electronics Show di Las Vegas. Eits, tapi sebelum streaming, jangan lupa cek paket internet, karena durasi videonya yang cukup lama. Kalau pun terlambat, tidak ada acara berhenti di tengah lantaran keluar untuk membelinya. Traveloka menyediakan berbagai pilihan operator yang Anda gunakan.

Menarik kesimpulan dari ulasan di atas, terlihat bahwa usaha yang dilakukan Google tidak semata mengejar keuntungan. Hal ini tersirat dari perkataan Serge Lachapelle bahwa meski kualitas akan semakin baik, tapi harga yang harus ditebus pengguna pun tidak ikut melonjak. Mungkin, ini dipengaruhi oleh strategi pemasaran, mengingat motivasi peningkatan kualitas video conference guna memberikan kepuasan customer G Suite. Di sisi lain, peningkatan ini juga berdampak pada performa produk populer Google lainnya yaitu YouTube dan Hangouts.

Top