LG Ponsel Bongkar Pasang Tak Lagi Diproduksi, Benarkah?

LG hentikan produksi ponsel bongkar pasang – LG memutuskan berhenti memproduksi ponsel modular atau yang terkenal dengan sebutan ponsel bongkar pasang. Keputusan yang diambil pasalnya perusahaan merasa ponsel modular perdananya, yaitu LG K5 kurang laris dipasaran. Penyebab utamanya menurut  juru bicara LG, sat ini tidak banyak orang yang membutuhkan ponsel modular atau ponsel bongkar pasang tersebut.

Sejak peluncuran LG K5 perusahaan malah kesulitan untuk merayu para pengguna untuk membeli modul terpisah ponsel tersebut. Sebagai gantinya perusahaan asal Korea Selatan itu akan memakai strategi berbeda. Langkah awalnya adalah dengan memastikan bahwa ponsel LG G6 akan diluncurkan dengan bentuk sebagaimana ponsel pada umumnya. Ponsel yang akan diluncurkan tidak mengusung konsep modular sama sekali. Perusahaan akan membuat ponsel tersebut menonjol dalam hal estetika dari kinerja saja, lalu akan segera meluncurkan ke publik.

“Dalam waktu yang sangat dekat, kami akan segera meluncurkan ponsel ini.” ujar Chief Technology Officer LG, Skott Ahn.

Penjelasan ini memang tidak merinci sedekat apa waktu yang dimagsud, tapi dapat ditebak bahwa raksasa teknologi Korea selatan itu berniat memamerkan atau meluncurkan LG G6 di ajang Mobile World Congress di Barcelona. Ketika ponsel baru tersebut sudah diluncurkan, pada tahap awal LG menjanjikan ponsel LG G6 akan tersedia di Amerika Utara, Eropa, Korea Selatan, dan China.

LG G6 akan membawa layar 5.7 inci beresolusi 4K atau Ultra HD, dengan resolusi layar yang sangat tinggi ini jelas kualitas gambar yang dihasilkan LG G6 akan sangat jernih, tajam dan natural. Beberapa teknologi canggih seperti iris scanner juga kemungkinan besar akan disematkan pada smartphone ini.

Dari sisi software LG G6 sudah menjalankan versi terbaru Android  v 7.0 Nougat yang dibeali dengan sederet fitur terbaru Google. Untuk masalah hardwarenya juga sangat tangguh dengan Chipset Snapdragon 830, RAM 6GB dan memori internal 64/128GB. Hrga LG G6 akan berada di rentang 500 dollar AS hingga 600 dollar AS, atau sekitar Rp 6,6 juta atau 7,9 juta.

Top