Digicoop Smartphone 4G Karya Anak Bangsa “Gratis”

Smartphone 4G lokal dibagikan gratis – Pemerintah mengambil langkah lebih jauh untuk mewujudkan kedaulatan digital, khususnya di industri smartphone. Awal pekan ini, Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mengumumkan smartphone 4G lokal dari dan untuk rakyat Indonesia. Hal tersebut adalah hasil dari buah kerja sama antara akademisi Industri pelaku pasar, dan pemerintah. Dalamhal ini Kemenristekdikti memberikan pendanaan kepada tim peneliti Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk mewujudkan smartphone 4G yang bernama Digicoop.

Nama smartphone Digicoop sendiri diambil karena ponsel tersebut diperuntukan bagi anggota Koperasi Digital Indonesia Mandiri (KDIM alias Digital Coop). Koprasi tersebut bertujuan untuk menegakan kedaulatan digital bangsa. Anggota Digicoop yang telah membayar iuran wajib untuk satu tahun akan memperoleh smartphone sebagai tanda keanggotaan. Semakin sering smartphone digunakan, anggota juga akan memperolah poin semakin besar.

Poin tersebut bisa ditukarkan dengan keuntungan lain sebagai anggota koprasi. Misalnya untuk membeli jasa dari pihak ketiga yang menjadi mitra koprasi seperti pulsa, voucher belanja online dan masih banyak lainya. Dengan menabung melalui Digicoop anggota akan mendapatkan smartphone buatan anak bangsa yang akan diganti dengan tipe baru setiap dua tahun sekali.

Smartphone Digicoop sama seperti smartphone-smartphone lainnya yang beredar dipasaran, Digicoop dilengkapi dengan aplikasi media sosial, aplikasi kantor, dan aplikasi jualan yang ingin berwirausaha. Dengan antarmuka yang ramah dan beberapa aplikasi dasar yang dikembangkan oleh talenta lokal.

Visi pemerintah menuju kedaulatan digital di sektor smartphone sudah dimulai sejak beberapa tahun lalu. langkah awalnya dengan membuat aturan Tingkat Kandungan Dalam Negri (TKDN) bagi perusahaan asing yang hendak memasarkan smartphone 4G di Indonesia. Aturan digodok oleh Kemetrian Komunikasi dan Informatika ( Kominfo), Kementrian Perindustrian (Kemenperin) dan Kementrian Perdagangan (Kemendag).

Tujuan aturan TKDN untuk mengurangi defisit perdagangan akibat banyaknya barang impor yang masuk ke Indonesia. Pasalnya saat era 3G dulu, ponsel bebas di impor masuk tanpa penyaring apapun.

Top