Samsung Bakal Bunuh Seluruh Galaxy Note 7 di Malaysia

Samsung bunuh Galaxy Note 7 di akhir tahun – Sejak Oktober 2016 Samsung resmi mengumumkan menarik semua perangkat galaxy Note 7 dari peredaran, namun hingga saat ini belum semua pembeli mengembalikan atau menukarkan perangkat tersebut, masih banyak perangkat yang beredar di masyarakat.

Samsung tak kehabisan akal dalam menangani kasus ini perusahaan asal Korea Selatan itu mengirimkan update software, untuk mencegah bahaya bagi para pengguna, Samsung pun memutuskan untuk mulai mematikan atau membunuh perangkat Galaxy Note 7 di Amerika Serikat mulai dimatikan lewat update software yang membuat perangkat itu tidak bisa mengisi baterai.

Saat ini giliran para pemilik perangkat yang berada di Malaysia yang bakal mengalami hal yang sama perangkat  Galaxy Note 7 tidak akan bisa digunakan, pasalnya tidak bisa mengisi baterai. Sebuah notifikasi akan muncul dilayar perangkat Samsung pada minggu ini. Dan baterai akan diturunkan kapasitasnya sampai nol persen pada pukul 9 malam (GMT +8) pada tanggal 31 Desember 2016.

Dimohon untuk para pengguna membackup perangkat Anda agar tidak terjadi kehilangan data, bunyi pesan yang dilaporkan muncul disemua handset samsung tersebut. Pesan tersebut hanya dimagsudkan untuk para pengguna Galaxy Note 7 saja, bukan model handset lain. Samsung masih membuka pintu untuk pemilik Galaxy Note 7 di Malaysia untuk melakukan refund atau melakukan penukaran perangkatnya dengan Galaxy S7 Edge.

Sampai saat ini belum diketahui berapa banyak persisnya perangkat yang belum di dikembalikan di seluruh dunia. Pada awal November Samsung mengumumkanbahwa AS saja masih terdapat lebih dari 200.000 unit Galaxy Note 7 yang masih berkeliaran di tangan konsumen. Pengguna Samsung galaxy Note 7 kini tampaknya harus mempersiapkan diri untuk mengembalikan perangkat tersebut sesegera mungkin.

Untungnya pengguna gadget di Indonesia tidak terlibat kericuhan soal Galaxy Note 7 karena perangkat tersebut keburu di recall sebelum sempat beredar dipasaran tanah air. Meski demikian samsung tetap membuka pusat recall disejumlah bandara Indonesia sebagai langkah preventif.

Top