Lagi, Produk Samsung Meledak

Galaxy J5 Meledak – Samsung nampaknya belum boleh bernapas lega akhir tahun ini. Setelah sebelumnya mengalami kegagalan dalam menyabet produk terbaiknya, Samsung Galaxy Note 7, Samsung nampaknya tak kehabisan berita miring yang menyudutkan dirinya. Masalahnya, berita-berita yang beredar sedikit banyak masih menghampiri penyebab yang sama pada Galaxy Note 7. Hal ini seakan-akan menunjukkan bahwa Samsung belum belajar banyak dari kejadian tersebut.

Lagi Produk Samsung Meledak

Kali ini, dilansir dari Okezone (9/11/2016), Samsung Galaxy J5 dikabarkan meledak. Asumsi kualitas bahan yang buruk sejatinya tak mungkin menimpa produk ini. Pasalanya, Samsung Galaxy J5 sudah masuk dalam kategori perangkat menengah ke atas yang seharusnya tak mungkin terikat dengan kualitas bahan yang murah. Sayangnya, kejadian ini benar-benar terjadi dan tak bisa dibantah lagi.

Pemiliki Galaxy J5, Lamya Bouyirdane melaporkan bahwa perangkat kesayangannya tersebut meledak dengan disaksikan oleh mata kepalanya sendiri. Detailnya, dirinya merasakan ponsel tersebut amat panas ketika disentuh. Hebatnya lagi, ponsel tersebut dilaporkan juga sudah mengeluarkan asap. Berdasarkan nalurinya, perangkat tersebut kemudian dibuang ke tanah untuk mencegah hal-hal yang tak diinginkan. Seketika itu juga api terlihat keluar dari ponsel tersebut dan menyebabkan tubuh ponsel canggih itu gosong tidak karuan.

Atas kejadian ini, Lamya bernita menggugat Samsung. Pasalnya selain membahayakan dirinya, ponsel tersebut dikatakan sempat dipegang oleh anaknya yang berpotensi mendatangkan bahaya bagi anak-anak. Menariknya, Samsung menyatakan akan melakukan interogasi yang mendalam atas kejadian ini. Menurut Samsung, apa yang terjadi pada Galaxy Note 7 bukan suatu penyakit menular yang bakal menyentuh produk-produk Samsung lainnya. Walaupun demikian, Samsung menyatakan bahwa prioritas keamanan konsumen merupakan hal yang penting bagi Samsung.

Sedikit menarik ke belakang, Galaxy J5 yang bermasalah tersebut dikatakan dibeli secara online. Beberapa pihak memberikan tangkisan bahwa ada kemungkinan kesalahan tidak sepenuhnya berasal dari Samsung, sebagai contoh proses pengiriman yang menyebabkan perangkat rusak atau penyimpanan perangkat di toko yang bermasalah. Jika menilik lagi, alasan klasik yang dilontarkan adalah penggunaan charger non original yang nampaknya sudah tak berlaku lagi semenjak kasus Galaxy Note 7.

Top