Google Ambil Langkah Ke LeapDroid

LeapDroid Dicaplok Google – Ekspansi bisnis Google nampaknya menjadi suatu fenomena yang tak bisa ditahan-tahan lagi. Walaupun bermula hanya sebagai search engine, nampaknya Google saat ini menjadi raksasa perusahaan teknologi yang tak bisa dibantah sama sekali. Penerbitan Android di bawah naungannya nampak menjadi titik penting atas kesuksesan Google di seluruh dunia. Hal ini tentu memberikan indikasi penting bahwa Google bakal mengeksploitasi Android dalam segala lininya.

Google Ambil Langkah Ke Leapdroid

Produksi perangkat pintar berbasis Android beberapa tahun ini nampaknya memang menjadi indikasi penting dominasi Google di mata dunia. Namun bukan Google namanya apabila puas hanya dengan mendominasi perangkat mobile. Kali ini, dilansir dari Okezone (9/11/2016), Google mengindikasikan invasinya Android dalam bentuk multiplatform.

Asumsi ini didapat setelah Google secara terang-terangan mengakuisisi LeapDroid menjadi bawahannya. LeapDroid sendiri merupakan perusahaan yang berusaha mengembangkan emulator Android sehingga perangkat dengan platforma lain macam iOS maupun Windows mampu menjalankan Android OS secara sempurna. Hal ini tentu membuka peluang baru bagi Google untuk semakin mendominasi pasar teknologi informasi di seluruh dunia.

Sebagai informasi, LeapDroid sendiri sejatinya merupakan pesaing besar BlueStack, sebuah perusahaan yang bermain dalam bidang yang sama. Pilihan Google pada LeapDroid nampaknya bakal menjadi perang yang lebih penting sehubungan dukungan Google pada LeapDroid hampir dapat dipastikan bakal lebih santer ketimbang pengembangan yang dilakukan BlueStack ke depannya.

Walaupun demikian, pernyataan Co-Founder LeapDroid Huan Ren dan Hihuong Luo menjadi sebuah kode yang cukup membingungkan. Pihaknya menyatakan bahwa LeapDroid tetap akan menjadi perusahaan tersendiri walaupun di bawah kendali Google. Dalam artian luas, LeapDroid tidak dipekerjakan langsung di bawah instruksi Google melainkan memiliki otoritas tersendiri dalam pengembangannya.

Adanya pernyataan tersebut nampaknya membuat strategi Google sulit untuk dibaca. Beberapa pihak menafsirkan bahwa Google membiarkan LeapDroid bekerja sendiri agar lebih maksimal dalam mengembangkan potensinya. Setelah potensinya tergali, baru Google akan memanfaatkan LeapDroid secara mutualisme. Hal ini cenderung logis lantaran Google memang terbiasa mengambil perusahaan-perusahaan baru untuk dikembangkan di bawah naungannya. Android OS sendiri merupakan salah satu bukti keberhasilan metode Google tersebut.

Top