Gara-gara UU ITE Status No Mention di Facebook Ditahan

Hati-hati status di Facebook membawa bencana – Yusniar ibu rumah tangga di Makassar telah mendekam di tahanan kejaksaan sejak 24 Oktober 2016 hanya kerena memposting persoalan yang menimpa dirinya pada 14 Maret 2016. Status berbahasa Makassar itu lebih kurang menjelaskan kekesalan Yusniar atas kejadian yang menimpa rumah orangtuanya pada 13 Maret atau sehari sebelum ia memposting status di Facebook. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) kembali memakan korban.

hati hati status di facebook membawa bencana

Kala itu Yusniar mengisahkan sekitar 100 orang menyambangi rumahnya Baharuddin Daeng Situju (orangtua Yusniar) yang terletak di jalan Alauddin, Makassar. menurut Yusniar massa tersebut dikomandani oleh seorang yang mengaku sebagai anggota DPRD Jeneponto. Yusniarpun tak kuasa menahan hasratnya berbagi rasa sebal ke Facebook sebagai mana yang ia tulis.

“Alhamdulillah. Akhirnya selesai juga masalahnya. Anggota DPR t*lo, pengacara t*lo. Mau nabantu orang yang bersalah, nyata-nyatanya tanahnya ortuku pergiko ganggui Poeng,” begitu yang tercantum dalam status Facebook Yusniar.

Satus no mention itu ternyata berbuntut panjang. Sejatinya Yusniar tak berteman di Facebook dengan anggota DPRD selaku pihak yang merasa tersindir oleh status itu. Namun ada oknum yang meng-capture status tersebut hingga diketahui anggota dewan. Anggota DPRD Jeneponto itu pun melaporkan Yusniar ke Polrestabes Makassar atas tuduhan pencemaran nama baik melalui media sosial. Pasal yang digunakan tak lain adalah pasal karet yang sudah beberapa kali memakan korban, yaitu pasal 27 ayat UU ITE.

Pada sidang pertamanya Yusniar terancam hukuman maksimal 6 tahun penjara dan denda mencapai Rp 1 miliar. keterangan itu merujuk pada pasal 45 ayat 1 terkait dengan Pasal 27 ayat 3. Revisi UU ITE dirumuskan dalam tujuh poin penting, salah satunya bahwa penjelasan pada Pasal 27 ayat 3 akan ditambah untuk menghindari multitafsir. Selain itu ancaman pidana yang terpatri pada Pasal 45 ayat 1 juga bakal diubah.

Hukuman pencemaran nama baik semula paling lama enam tahun menjadi empat tahun, denda Rp 1 Miliar menjadi Rp 750 juta. Meski demikian revisi UU ITE itu baru pada tahap persetujuan. Masih ada tahap pemberkasan poin-poin revisi tersebut sahih dan mulai diberlakukan.

Top