Tunjukkan Daya Tarik ke Twitter, Saham Salesforce Turun

Salesforce Mengalami Penurunan Saham Setelah Mengisyaratkan untuk Membeli Twitter – Mundurnya Google dan Disney dari persaingan sejumlah perusahaan besar yang akan mengambil alih Twitter kemudian menjadikan Salesforce sebagai kandidat terkuat yang tampaknya akan memenangkan persaingan tersebut. Perkiraan ini pun semakin diperkuat dengan isyarat dari CEO Salesforce, Marc Benioff yang menunjukkan ketertarikannya untuk membeli Twitter. Menurutnya, Twitter nantinya bisa memberikan keuntungan yang besar bagi Salesforce.

salesforce-mengalami-penurunan-saham-setelah-mengisyaratkan-untuk-membeli-twitter

Kabar ini tentunya menjadi angin segar bagi Twitter. Namun, belum sempat mengeluarkan pernyataan resmi tentang kelanjutan pandangan CEO Salesforce tersebut, kini Marc justru dibayangi oleh awan mendung. Pasalnya, setelah publik mengetahui ketertarikannya tersebut, saham Salesforce malah mengalami penurunan.

Menurut informasi yang dilansir dari Techno Okezone pada Jumat (07/10/2016) pada hari Rabu, 5 Oktober 2016 harga saham Salesforce turun sekitar 7 persen setelah pernyataan yang diungkapkan oleh CEO mereka. Pada waktu itu Marc menyatakan bahwa Twitter layaknya sebuah perhiasan yang tak pernah digosok dan ia juga menginginkan perusahaan dengan logo burung berkicau tersebut kembali menjadi perusahaan yang besar.

Salah satu faktor utama yang dipercaya mengakibatkan kondisi ini adalah pemegang saham berpikir bahwa harga yang diperlukan untuk melakukan pengambil alihan ini sangatlah mahal. Untuk melakukan akuisisi pada Twitter rupanya Salesforce membutuhkan dana sebesar USD20 miliar.

Selain harga akuisisi yang terlalu tinggi, ada juga faktor lain yang berperan dalam timbulnya kondisi ini. Faktor ini tak lain datang dari Salesforce sendiri. Perusahaan ini diketahui telah menggelontorkan dana sebesar USD4 miliar untuk melakukan pengambil alihan pada perusahaan lain yang dilakukannya dalam empat bulan ini. Hal ini tentu menjadi faktor penting yang harus dipertimbangkan sebelum membeli Twitter.

Mengiringi faktor tersebut, tampaknya Salesforce juga harus menunggu kepastian dari pihak Twitter sendiri. Pasalnya, perusahaan yang berbasis di California tersebut belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai masa depannya, apakah perusahaan tersebut akan dijual atau tetap berjalan mandiri. Menurut kabar, pihak Twitter baru akan memberikan pernyataan resmi tentang nasibnya tersebut pada 27 Oktober 2016.

Top