Ponsel Zetta Ternyata Xiaomi Redmi, Benarkah?

Xiaomi palsu dibandrol dengan harga yang lebih tinggi – Sebuah ponsel baru asal Spanyol Zetta mengambil langkah berani untuk melabeli roduknya tersebut sebagai Phone Killer. Namun ┬ábelakangan ini muncul tudingan bahwa ponsel bikinan perusahaan tersebut tak lain merupakan handset Xiaomi palsu alias hasil re-branding. Produk-produk hasil re-branding itu lantas dijual di pasaran domestik Spanyol dengan bandrol harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan harga yang dipatok Xiaomi.

xiaomi palsu dibandrol dengan harga yang lebih tinggi

Laporan IB Times menyebutkan bahwa Zetta diduga mengubah brand Xiaomi pada smartphone dengan mereknya sendiri, KompasTekno, Sabtu (22/10/2016).

Diduga ada dua handset Xiaomi yang disulap oleh Zetta yaitu Redmi 2 dan Redmi Note 2, yang masing-masing merubah nama nya menjadi Zetta Conquistador 4.7 SE an Zetta Conquistador 5.5 Plus yang dibandrol dengan harga 186 Euro atau sekitar Rp 2,6 juta dan 236 Euro atau sekitar Rp 3,3 juta. Padahal Xiaomi sendiri menjual Redmi 2 hanya seharga 90 Euro atau Rp 1,3 juta sementara Redmi Note 2 dijual dengan harga 160 Euro atau Rp 2,2 juta, selisih harga jual yang sangat jauh dengan harga yang dibandrol oleh Zetta.

Tuduhan re-branding ini muncul setelah sejumlah pengguna forum di Spanyol mulai membongkar ponsel Zetta dan menemukan stiker Xiaomi tersembunyi di balik baterai. Os yang dipakai merupakan salah satu versi Cyanogenmod yang gratis untuk pengguna pribadi, namun mengenakan biaya lisensi untuk penggunaan komersial.

Zetta sendiri membantah tudingan tersebut dan mengatakan bahwa pnsel-ponselnya memang melalui kerja sama dengan pemanufaktur asal China. Karena itu menurut Zetta beberap kompenen elektronik yang digunakan sama dengan yang dipakai oleh perusahaan Asia.

Kompenen smartphone dari perusahaan Asia ini tidak bisa digunakan dengan jaringan di Eropa. Jadi Zetta memakai software untuk meningkatkan fitur dan daya gunanya. Meski demikian asosiasi konsumen Spanyol, Facua, tetap berencana mengajak otoritas spanyol diwilayah Extremadura dan Madrid tempat Zetta berkantor untuk menyeret perusahaan tersebut kemeja hijau.

Zetta yang didirikan oleh Unai Nieto, seorang warga spanyol dan berekan dengan seseorang yang bernama Eric Cui yang berasal dari China pada 2014 lalu. Situs Zetta beserta akun-akun jejaring sosialnya sempat ditutup setelah muncul tudingan praktik re-branding tersebut.

Top