Kominfo Lepas Tangan Kasus Galaxy Note 7

Kasus Galaxy Note 7 Bukan Urusan Kominfo – Merebaknya kasus Galaxy note 7 di kancah dunia ternyata memang tidak begitu terasa di Indonesia. Walaupun jumlahnya tak bisa dibilang banyak, namun keadaan Samsung galaxy Note 7 yang berpotensi mengakibatkan ledakan dapat dikatakan sangat mengkhawatirkan. Bahkan, saking khawatirnya beberapa otoritas negara di beberapa belahan dunia sampai memberikan perintah atas produk tersebut dengan pelarangan dan lain sebagainya.

Kominfo Lepas Tangan Kasus Galaxy Note 7

Setelah Samsung merilis penyebab ledakan, nampaknya potensi tersebut semakin besar. Pasalnya, dari laporan yang dirilis, secara desain, batarai yang menyebabkan ledakan dapat dikatakan menjadi penyebab semua hal ini terjadi. Jika dilihat lebih dalam, baterai tersebut memiliki desain riskan dengan menampatkan kutub positif dan negatif yang berhimpitan dan dibatasi dengan isolator tipis. Sayangnya, isolator tersebut tidak bekerja sempurna dan parahnya ditambah dengan desain sempit Galaxy Note 7 membuatnya semakin bermasalah.

Hiruk pikuk tersebut nampaknya jarang terbahas di tanah air. Pasalnya, Galaxy Note 7 di Indonesia memang dikabarkan terlambat masuk lantaran isu kekurangan stok produk akibat permintaan yang berlebihan. Entah menjadi sebuah bencana atau malah keberuntungan dari terlambatnya stok tersebut, yang jelas Galaxy Note 7 dari Samsung sudah mendapatkan sertifikasi dari Kominfo. Menariknya, Kominfo menyatakan tak akan ikut campur masalah ledakan Galaxy Note 7 tersebut. Padahal sebagaimana diketahui, sertifikasi tersebut dilakukan langsung oleh Ditjen SDPPI Menkominfo.

Dilansir dari Okezone (21/10/2016), Menkominfo Rudiantara menyatakan bahwa kompetensi Menkominfo tidak melakukan pengecekan secara keseluruhan atas hardware yang diuji. Menurutnya, sertifikasi yang dilakukan Kominfo hanya terkait dengan komponen-komponen yang melibatkan sinyal semata. Sehingga apabila yang bermasalah adalah urusan baterai, bukan menjadi ranah Kominfo.

Pernyataan tersebut memang dapat dibenarkan. Pasalnya, Kominfo sendiri memang memiliki tugas untuk menjaga agar tidak terjadi tubrukan frekuensi antar unit perangkat yang disertifikasinya. Sayangnya, hingga sejauh ini belum didapati adanya lembaga yang secara tegas menyatakan bertanggung jawab atas standarisasi baterai Samsung sehingga sempat diperkenankan masuk ke Indonesia sebelum insiden ini. Sebagai informasi, dengan status dihentikannya Galaxy Note 7, maka seharusnya Indonesia tetap tak akan pernah merasakan produk layu sebelum berkembang tersebut.

Top