Google dan Disney Mundur, Saham Twitter Merosot

Saham Twitter Kembali Merosot Setelah Google dan Disney Batal Mengambil Alih – Nasib Twitter rupanya sedikit cerah dengan kabar bahwa dua perusahaan besar, Google dan Disney akan mengambil alihnya. Namun, ternyata kabar tersebut tak terbukti kebenarannya. Pasalnya, yang terjadi justru malah sebaliknya. Kedua perusahaan tersebut malah tidak menggunakan kesempatan ini untuk mengambil alih perusahaan dengan logo burung berkicau itu.

saham twitter kembali merosot setelah google dan disney batal mengambil alih

Google dan Disney mengumumkan untuk mengundurkan diri dari persaingan sejumlah perusahaan yang berniat untuk mengakuisisi Twitter. Mundurnya, kedua perusahaan tersebut tentu memberikan pengaruh tersendiri pada pergerakan di pasar saham. Seperti diketahui bahwa saham Twitter kembali merosot sebagai akibat dari pengunduran dua perusahaan besar yang potential tersebut.

Seperti informasi yang dilansir dari Tecno Okezone pada Jumat (07/10/2016) bahwa saham Twitter mengalami penurunan sebesar 19,2 persen sehingga besar nilai sahamnya menjadi USD20,10. Sementara itu, nilai valuasi dari perusahaan tersebut berada di sekitar USD 142 miliar. Ketika pasar saham ditutup, saham perusahaan tersebut kembali anjlok sebesar 20,1 persen sehingga nilainya menjadi USD19,87.

separator

Penurunan saham tersebut diduga terjadi setelah Google dan Disney melakukan konfirmasi terhadap kabar yang beredar selama ini. Kedua perusahaan raksasa itu akhirnya mengeluarkan peryataan bahwa tidak akan mengajukan tawaran untuk mengambil alih Twitter. Setelah Google dan Disney mundur, kini Salesforce menjadi kandidat terkuat yang akan melalukan akuisisi pada Twitter.

Mark Benioff selaku CEO dari perusahaan Salesforce, baru-baru ini menunjukkan ketertarikannya untuk melakukan pengambil alihan Twitter. Namun, itu tentu saja tak menjamin bahwa Salesforce akan menjadi pemenang yang berhasil mendapatkan Twitter. Hal tersebut karena hingga saat ini, pihak Salesforce meskipun sudah menunjukkan minat tetapi belum mengajukan penawaran secara resmi.

Penjualan Twitter ini bukannya dilakukan tanpa sebab. Pasalnya, Twitter yang dulu merupakan salah satu sosial media terpopuler kini mengalami pertumbuhan pengguna yang tidak signifikan. Selain itu, pendapatan yang dihasilkannya pun jauh dari yang diharapkan oleh perusahaan. Oleh karena itu, untuk mengatasi kondisi tersebut, para direksi perusahaan berpikiran untuk mejual Twitter.

Top