Galaxy Note 7 Layu Sebelum Berkembang

Fix, Galaxy Note 7 Jadi Sejarah Kelam Samsung – Pasca digunakannya baterai lithium pada ponsel, jumlah ledakan yang terjadi pada perangkat telekomunikasi mobile bisa dibilang meningkat. Pasalnya, secara teknologi memang baterai lithium memang memiliki potensi ledakan yang tak bisa dipungkiri lagi. Konsep menyimpan energi besar dalam bahan yang sekecil mungkin memang menjadi hal yang berisiko secara alamiah.

Galaxy Note 7 Layu Sebelum Berkembang

Namun, ledakan yang terjadi akibat baterai lithium tak dapat dikatakan sebagai suatu hal yang wajar. Pasalnya, baterai ini ditujukan untuk orang umum. Sehingga, siapapun produsennya, harus dapat menjamin tingkat risiko yang ada padanya menjadi seminim mungkin. Setidaknya, ledakan hanya boleh terjadi apabila baterai lithium tak digunakan sebagaimana mestinya. Sayangnya, hal ini nampaknya dilupakan oleh Samsung dalam membuat Galaxy Note 7.

Setelah beberapa kali tak percaya menerima laporan ledakan perangkatnya, akhirnya Samsung terpaksa pasrah berbesar hati untuk menarik kembali perangkat kesayangannya tersebut. Bahkan, saking tak mau meninggalkan sejarah kelam, Samsung galaxy Note 7 versi ‘aman’ pun dikeluarkan untuk menggantikan produk yang terkena recall. Sayangnya hal tersebut nampak tak menyelesaikan masalah lantaran ledakan masih saja terjadi untuk versi aman tersebut.

separator

Sebagai solusi akhir, Samsung akhirnya memutuskan diri untuk menarik semua perangkat Galaxy Note 7 dari pasaran. Parahnya lagi, semua produksi Samsung Galaxy Note 7-pun terpaksa dihentikan. Sebagai gantinya, Samsung menawarkan perangkat Galaxy yang lain untuk konsumen yang sudah terlanjut membeli perangkat andalan Samsung tersebut sebelumnya sebagaimana dilansir dari Okezone (12/10/2016).

Menariknya, Samsung juga menawarkan uang pengembalian apabila konsumen menolak untuk menerima pengganti Galaxy Note 7 tersebut yang semakin membuktikan posisi lemah Samsung pada kasus ini. Hal ini tentu menjadi catatan merah yang bakal diingat Samsung seumur hidupnya selama masih bermain di bisnis ini.

Sebagai informasi, Indonesia bisa dikatakan selamat dari kasus ini. Pasalnya, sebelum sempat diluncurkan, permintaan yang melebihi kuota memaksa Samsung untuk produksi lebih banyak yang mengakibatkan mundurnya tanggal peluncuran. Entah merupakan suatu kabar baik atau kabar buruk, yang jelas semua rencana tersebut dapat dipastikan tak akan menjadi kenyataan untuk selamanya.

Top