WhatsApp Bakal Dituntut Karena Ingkar Janji

WhatsApp ingkar janji, siap untuk dibawa kemeja hijau – Sejak diluncurkan pada 2009 lalu, WhatsApp berhasil menjaga prinsipnya sebagai layanan “bersih”. Tak ada iklan, game, stiker, kanal jualan, atau hal lain yang umumnya merecoki pengguna dalam menggunakan layanan pesan instan (chatting). Prinsip itu mulai diragukan ketika WhatsApp diakuisisi Facebook. Pasalnya, pendapatan utama Facebook bakal memanfaatkan database layanan itu untuk kebutuhan pengiklan. Dua tahun pasca diakuisisi, WhatsApp mulai menunjukkan gelagat ingkar janji. Layanan bernuansa hijau itu menghapus biaya berlangganan 1 dollar AS per tahun pada Januari 2016. Artinya, layanan chatting itu bisa digunakan secara cuma-cuma untuk selamanya.

whatsapp ingkar janji siap untuk dibawa kemeja hijau

Kebijakan baru WhatsApp memungkinkan data pengguna dibagi ke Facebook, selama diizinkan oleh sang empunya akun. Hal ini memicu kontroversi di kalangan netizen sebab sensitif dengan isu privasi. Lebih jauh mengenai WhatsApp, lembaga pengawas konsumen di Jerman (VZBV) mengancam akan menggugat WhatsApp atas kebijakan pembagian data tersebut.

VZBV menuding WhatsApp ingkar janji atas janji yang diumbar pada 2014 silam. ketika layanan chatting tersebut mengumumkan telah diakuisisi oleh Facebook. Pada saat itu WhatsApp menegaskan akan tetap menjadikan aplikasinya sebagai layanan yang independen tanpa ada interupsi dari Facebook.

separator

Kepercayaan konsumen pecah, padahal WhatsApp sudah berjanji akan menjaga informasi, informasi hanya tersimpan di layanan itu saja tanpa ada yang di transfer ke Facebook, tapi buktinya kepercayaan itu sudah tidak bisa di pegang. Lembaga tersebut meminta WatsApp menghapus kebijakan yang ditetapkan pada Agustus lalu. Jika permohonan tersebut masih diabaikan hingga akhir bulan ini VZBV akan menuntut WhatsApp kemeja hijau.

Perwakilan WhatsApp dan Facebook belum memberikan tanggapan resmi mengenai tuntutan VZBV. Sebelumnya WhatsApp mengatakan kebijakan transfer data ke Facebook bakal bermanfaat bagi pengguna. Kecaman soal kebijakan itu sendiri bertumpu pada ke khawatiran pengguna jika kalau WhatsApp dan Facebook bakal membagi dan menjual data pengguna pengiklan. Untuk urusan tersebut kedua perusahaan berjanji tidak akan pernah terjadi.

 

Top