Waspada, Indonesia Terancam Serangan Cyber

90 Juta Kasus Situs Indonesia Jadi Target Serangan Cyber – Di pertengahan tahun 2016 lalu di mana diawali dari Januari hingga Juni dilaporkan telah terjadi beberapa serangan cyber yang menargetkan pada website atau situs lokal Indonesia, khususnya pada sektor pendidikan seperti ac.id. Di periode itu, sudah terhitung telah terjadi 89 juta kasus serangan. Dengan melihat laporan tesebut, tentu hal ini harus mendapatkan perhatian penuh dari pemerintah.

90 Juta Kasus Situs Indonesia Jadi Target Serangan Cyber

Terkait hal tersebut, Rudi Lumanto yang saat ini selaku Ketua Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure (ID-SIRTII) mengatakan bahwa intensitas atau banyaknya serangan bisa mencapai 2 juta dalam sehari meskipun trennya mengalami penurunan. Meskipun demkian, hal ini wajib diwaspadai dan dihalau mengingat situs-situs tersebut merupakan situs yang sangat riskan jika dibiarkan begitu saja.

Di sisi lain, berdasarkan riset yang dilakukan SD-SIRTII, serangan yang sebelumnya menargetkan situs web atau port 80, kini diketahui dan dilaporkan justru lebih banyak mengarah pada alamata atau Domain Name System (DNS) atau port 33. Selain itu, dilaporkan juga bahwa sampai saat ini website yang telah berhasil dibobol yaitu berjumlah 6000 dengan celah atau lubang keamanan sekitar 16 ribu dari beberapa website atrau situs yang ada di Tanah Air. Sementara itu, mayoritas serangan sendiri datang dari Negeri Paman Sam, Amerika Serikat. Hal ini tentunya berbeda dengan tahun sebelumnya bahwa mayoritas serangan datang dari Indonesia tersendiri.

Dengan mengetahui keadaan tersebut, Miriam Fatima Barat selaku Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika Kementerian Kominfo mengatakan bahwa sangat diperlukan adanya kerjasama kuat semluruh insitusi yang berhhubungan langsung dengan tknologi informasi, seperti Lembaga Sandi Negara dan Kementrian Pertahanan. Bahkan bukan hanya institusi di sektor teknologi informasi, tapi juga para pembuat regulasi, kementerian perdagangan dan perindustrian untuk membantu ketersediaan perangkat keamanan siber yang dibuat dan dirakit di dalam negeri”, kata Fatima saat menyampaikan keynote speech di ajang Code Bali 2016.

Di sisi lain, dengan adanya laporan terkait serangan cyber tersebut, tentu ID-SIRTII juga merasa cemas dan khawatir dengan adanya aktivitas malware yang akan meningkat tinggi di Indonesia. Sebab, dalam periode yang sama, mereka telah berhasil menemukan sekitar 46,3 juta aktivitas malware.

Top