Penjualan Lesu, Blackberry Pun Hentikan Produksi

Blackberry Hentikan Aktivitas Produksi – Kabar cukup mengejutkan kembali terdengar. Pasalnya, beberapa waktu lalau, sebuah perusahaan teknologi asal Kanada, Blackberry secara resmi telah memberikan konfirmasi kepada publik bahwa pihaknya akan lebih fokus untuk menggeluti bisnis software dan perlahan akan meninggalkan produksi pada sektor divisi hardware. “Strategi baru Mobility Solutions kami menunjukkan tanda-tanda momentum, termasuk kesepakatan besar pertama kami dengan perusahaan patungan telekomunikasi di Indonesia,” ungkap John Chen selaku CEO Blackberry, sebagaimana dilansir Bussiness Insider.

Blackberry Hentikan Aktivitas Produksi

Selain itu, Chen juga menambahkan bahwa seluruh pengembangan hardware akan segera diberhentikan juga dan berlih memaksimalkan fungsi outsource bersama partner. Dengan demikian, pihaknya berharap bahwa Blackberry bisa mengurangi kebutuhan modal dan meningkatkan pengembalian modal. Bahkan, perusahaan induk yang berlokasi di Waterloo, Kanada tersebut pun hanya akan memproduksi harwar saja. Jika pada produksi ponsel, akan diproduksi atau dirakit di Indonesia dengan jalur kerjasama dengan salah satu perusahaan lokal.

Terlepas dari hal tersebut, perencanaan yang akan memfokuskan pada bisnis software ini bukanlah suatu hal yang baru dan mengejutkan. Pasalnya, di akhir tahun 2014 lalu, perusahan tersebut memang telah merncanakan untuk beralih pada divisi software dan jasa mengingat pendapatan yang mulai menurun. Meskipun ketika itu pihak Blackberry telah berhasil mengatasi kerugian tetapi perusahaan tersebut masih terus mengalami penurunan pendapatan yang cukup signifikan. Bahkan, laporan terakhir menyebutkan pada Juni 2016 kemarin, perusahaan tersebut mengalami kerugian yang cukup besar, yaitu USD670 juta.

Namun, seiring berjalannya waktu, bisnis ponsel Blackberry saat ini masih bertahan dengan mencoba suatu inovasi yaitu dengan meluncurkan DTEK50 yang dirilis pada Juli 2016 lalu. Selain itu, laporn terbaru juga menyebutkan bahwa perusahan sendiri juga telah mempersiapkan penerus dari ponsel tersebut, yaitu DTEK60. Akan tetapi, hingga saat ini masih belum diketahui secara pasti apakah DTEK60 ini akan menjadi sebuah ponsel pertama Blackberry yang akan dirakit dan diproduksi secara massal di Indonesia pasca setelah adanya perubahan arah bisnis.

Top