Microsoft Ramalkan Pembunuhan QWERTY

Microsoft : QWERTY Segera Punah – Salah satu hardware inputan yang tak bisa ditinggalkan dalam dunia komputasi saat ini adalah keyboard. Walaupun banyak macamnya, keyboard berjenis Qwerty dirasa memiliki banyak pengguna yang tak terbantahkan. Sejatinya, keyboard ini hanya digunakan dalam ranah PC. Namun dalam perkembangan beberapa dekade terakhir, Blackberry memiliki peran penting dalam emngadopsi keyboard jenis ini untuk perangkat pintar. Alhasil, keyboard jenis ini memang sangat populer di seluruh dunia.

Microsoft Ramalkan Pembunuhan Qwerty

Sayangnya, untuk urusan teknologi, popularitas tersebut sifatnya nisbi. Pasalnya, teknologi senantiasa berkembang. Teknologi yang lebih lawas tentu berganti dengan teknologi yang lebih modern. Selain karena alasan kebaruan, teknologi modern senantiasa menjadikan segala sesuatu lebih praktis dan hal tersebut yang memaksa teknologi lawas untuk menghilang dari pasaran. Hal ini nampaknya menjadi bayangan kelam Qwerty di masa depan.

Seperti diamini, Microsoft juga memberikan pendapat yang serupa. Dilansir dari Okezone (29/9/2016), Microsoft meramalkan bahwa keyboard Qwerty akan segera menjadi fosil di masa depan. Hal ini disampaikan oleh Chief Envisioning Officer Microsoft, Dave Coplin yang memrediksi bahwa keyboard Qwerty akan segera digantikan dengan teknologi facial tracking, voice dan pengenal gerakan tubuh.

Menurutnya, teknologi inputan dalam komputasi akan sepenuhnya menjadi lebih mudah. Ia menyatakan bahwa ke depan, inputan komputasi akan seperti film Tom Cruise’s, Minority Report (2002). Memang terbilang imajiner, hanya saja, jika hal tersebut dinyatakan oleh petinggi Microsoft bukan tak mungkin menjadi sebuah bocoran tak terbantahkan. Hal ini semakin dibenarkan lantaran sebagai permulaan, teknologi voice&gesture recognition sudah menjadi hal yang cukup umum. Selain itu, facial tracking juga bukan hal yang aneh lagi beberapa tahun belakangan.

Selain itu, pihaknya meramalkan bahwa chatbots akan menjadi populer dalam beberapa tahun ke depan. Kehadiran chatbots akan mengurangi waktu pengguna untuk sekedar mengetik percakapan dengan bantuan Artificial Intelligent. Pasalnya, ke depan teknologi kecerdasan buatan akan mendata kegiatan pengguna sebagai bahan dalam menanggapi percakapan tersebut. Ramalan luar biasa tersebut tentu hanya tinggal ditunggu tanggal mainnya saja.

Top