Indonesia Turuti Hasil Uji Sertifikasi Internasional

Ingin Cepat Beredar, Sertifikasi Ponsel Nasional Bakal Dihapuskan – Secara teknologi, cepatnya pertumbuhan teknologi dalam dunia informasi bisa dibilang sangat luar biasa. Bahkan dalam ranah industri perangkat pintar, model-model baru bisa dikatakan senantiasa diluncurkan tiap bulannya. Bahkan, dengan duet tak sengaja yang muncul dari persaingan antar vendor membuat adanya varian baru tiap harinya. Mengagumkannya, tak hanya satu, bahkan bisa lebih dari 4 produk baru perharinya.

Indonesia Turuti Hasil Uji Sertifikasi Internasional

Namun, itu terkait dengan berita dari vendornya. Beda lagi ceritanya jika akan diedarkan di suatu negara. Pasalnya, produk-produk tersebut kudu melalui serangkaian regulasi yang berada di suatu negara. Jika di Indonesia, salah satu ujian itu dilakukan dengan sertifikasi perangkat pintar. Tentu, dengan adanya serangkaian birokrasi tambahan, jadwal rilis-pun bisa jadi molor atau bahkan gagal rilis karena tak lolos uji.

Menanggapi fenomena tersebut, dilansir dari Kompas (14/9/2016), Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika, membocorkan bahwa ke depan ada wacana akan meghapuskan regulasi mengenai keharusan menjalankan uji tersebut. Menurutnya, uji yanga da selama ini melambatkan produk-produk baru meluncru ke pasaran. Ia juga menambahkan bahwa penghilangan uji sertifikasi tersebut hanya dibatasi untuk brand-brand terkenal macam Apple atau Samsung.

separator

Pertimbangan mengacu pada brand terkenal tersebut menurutnya lantaran brand-brand internasional sudah memiliki standar uji dan mendapatkan sertifikasi internasional. Menariknya, ia juga memberikan komentar bahwa uji yang dilakukan secara internasional lebih baik daripada uji yang diadakan di Indonesia. Dalam artian, jika lolos uji secara internasional, maka Indonesia tak perlu melakukan uji lagi dan mengamini hasil uji secara internasional tersebut.

Walaupun rencana ini masih sekedar wacana, tapi menurutnya sudah mulai dikomunikasikan dengan pihak-pihak terkait seperti menteri perdagangan dan asosiasi pemain perangkat pintar di Indonesia. Menurut pengakuannya, dari pihak asosiasi sudah mendapatkan respon positif. Salah satu hal penting yang menjadi pedoman bagi Rudiantara dan jajarannya adalah menerbitkan peraturan yang dapat mendorong perekonomian masyarakat. Harapannya, dengan lebih cepatnya produk perangkat pintar beredar di apsaran, maka daya ekonomi masyrakat semakin meningkat. Baca juga Pemain Baru, LeEco Hadirkan Perangkat dengan Processor 10 Core dan Asus Segera Luncurkan ZenWatch 3.

Top