Fasilitas Pemerintah Digunakan Untuk Akses Konten Porno

Difasilitasi Internet Gratis, Pengguna Akses Konten Porno – Semakin ke depan, akses internet memang bisa menjadi sebuah keharusan bagi setiap insan di muka bumi. Apalagi, semakin ke sini, kesadaran akan konsep internet of things semakin digalakkan oleh berbagai pihak. Menariknya, perkembangan internet dewasa ini malah membuat biaya koneksi semakin lama semakin murah. Bahkan saking murahnya, Pemerintah dan badan-badan usah lain mampu menyajikan layanan ini secara gratis karena mampu dibayar oleh kuangan yang mereka miliki.

Fasilitas Pemerintah Digunakan Untuk Akses Konten Porno

Salah satu akses internet gratis yang diberikan oleh pemerintah adalah LinkNYC. Akses internet ini diberikan oleh pemerintah New York City untuk para penduduk di kotanya. Konsepnya mirip telepon umum di zaman bahula namun tanpa perlu mengisi koin untuk penggunaannya. Sayangnya, dengan adanya akses internet gratis tersebut bukan berarti tanpa masalah.

Dilansir dari Kompas (20/9/2016), akses internet gratis tersebut malah dimanfaatkan banyak penggunanya untuk mengakses konten porno. Entah apa alasannya, yang jelas berdasarkan sumber yang sama, pengguna betah berlama-lama untuk mengakses konten porno pada kios tersebut. Parahnya lagi, dengan adanya fitur speaker yang ada di dalamnya, konten tersebut diakses dengan suara-suara yang keras pula.

Alhasil, sudah dapat dipastikan bahwa perilaku tersebut mengganggu banyak orang disekitar kios LinkNYC tersebut. Padahal, jika dibandingkan, di negara tersebut konten porno tak seketat di Indonesia. Seharusnya orang dapat lebih memilih privasinya ketimbang memutar konten tersebut di halaman publik yang sudah tentu tidak etis.

Menanggapi hal tersebut, walikota New York langsung mengambil tindakan. Secara mutlah, layanan internet gratis tersbeut tidak dimatikan. hanya saja, kios yang berisi komputer umum tersebut ditiadakan. Sehingga hanya menyisakan akses internet via LAN yang mampu mencapai radius 45 meter. Alhasil, pengguna yang ingin menggunakan akses tersebut perlu membawa perangkatnya sendiri saat ini.

Hal ini sekaligus sebagai solusi terhadap pengguna kios tersebut yang sebelumnya diketahui menggunakannya sebagai semacam warnet. Padahal, dari sisi tujuan, akses internet melalui kios tersebut bisa dikatakan sebagai akses darurat untuk sekedar mencari informasi dalam hal kesulitan menggapai akses internet.

Top