BlackBerry, Riwayatmu Kini!

Kerugian BlackBerry Capai Angka Rp4,8 Triliun – BlackBerry, yang merupakan mantan raja smartphone beberapa tahun yang lalu, kini harus rela terancam akan dihentikan produksinya pada segmen hardware. Pasalnya, selain sempat disinggung jika hingga September 2016 divisi hardware tidak dapat kembali untung, maka perusahaan akan memutuskan untuk beralih pada bisnis software saja. Rupanya, bukan untung tapi malah buntung. Pada kuartal kedua tahun fiskan yang berakhir pada bulan Agustus lalu, BlackBerry justru mencatat kerugian yang sangat besar yaitu 372 dollar AS atau setara dengan Rp 4,8 triliun.

kerugian blackberry capai angka rp4,8 triliun

Kabarnya, angka tersebut semakin menurun dari laba yang sebelumnya adalah sebesar 51 juta dollar AS Rp 660 miliar pada kuartal yang sama tahun lalu. Pendapatan perusahaan turut menyusut hingga hanya sepertiganya menjadi 334 juta dollar AS. Hal ini tentu saja mmembuat BlackBerry harus berpikir keras terkait strateginya untuk mengembalikan pasar.

Berdasarkan infromasi yang dirangkum dari KompasTekno, Jumat (30/09/2016) diatakan bahwa pangsa pasar smartphone BlackBerry kini telah menyusut hingga menjadi kurang dari satu persen. Divisi ponsel BlackBerry pada kuartal kedua tahun fiskal tercatat hanya mampu menjual 400.000 unit perangkat dengan kerugian 8 juta dollar AS.

separator

Kini telah diputuskan, sesuai dengan janji yang diutarakan CEO John Chen beberapa waktu lalu, BlackBerry pun memutuskan untuk berhenti mengembangkan ponsel karena tak kunjung kembali meraih untung dari bisnis tersebut.

Kendati demikian, BlackBerry belum benar-benar pasrah begitu saja. Pasalnya, Ponsel BlackBerry kini akan dibuat di Indonesia oleh PT BB Merah Putih. Perusahaan tersebut merupakan joint venture yang dibentuk melalui kerja sama antara BlackBerry Limited dan Tiphone.

Pasti Anda sudah pernah mendengar bukan, bahwa BlackBerry menyiapkan unit ponsel Android yang memiliki sistem keamanan lebih baik, nah inilah salah satu yang akan diproduksi oleh pabrikan di Indonesia. Selain itu, tentu saja langkah ini sekaligus merupakan upaya memenuhi persyaratan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) yang diperlukan untuk memasarkan ponselnya di Indonesia.

Perlu diketahui, meski melaporkan rugi sebesar ratusan juta dollar, harga saham BlackBerry tercatat naik sekitar 4,6 persen di bursa TSX dan 5,7 persen di bursa NASDAQ, Rabu kemarin.

Top