Bermasalah dengan Pajak, Google Indonesia Ditindak Pidana

PT Google Indonesia Akan Mendapat Penyidikan Tindak Pidana Perpajakan – Setelah beberapa waktu dikabarkan enggan membayar pajak, kini dikatakanbahwa Direktoran Jendral Pajak akan meningkatkan kasus PT Google Indonesia ke penyidikan tindak pidana perpajakan. Langkah tersebut kabarnya akan dilakukan pada pekan ini. Hanya saja, memang perusahaan yang berlokasi di Amerika Serikat tersebut masih tetap menolak adanya pemeriksaan.

pt google indonesia akan mendapat penyidikan tindak pidana perpajakan

Dalam kesempatannya seperti yang dirangkum dari KompasTekno, Rabu (21/09/2016), Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jendral Pajak (DJP) Jakarta Khusus, Muhammad Haniv mengatakan bahwa pemeriksaan Google Indonesia telah ditingkatkan terhadap bukti permulaan.

“Kami sudah tingkatkan ke pemeriksaan terhadap bukti permulaan. Sedikit lagi ke penyidikan. Alasannya karena sudah ada indikasi pidana,” Ujarnya.

Bahkan, kabarnya selama dua hari terakhir, menurut Haniv, DJP sudah meningkatkan status kasus Google ke pemeriksaan terhadap bukti permulaan. Sebagai responsnya, Google sudah menunjuk kuasa hukum untuk menghadapi DJP.

Sementara itu, dikatakan bahwa hingga saat ini DJP masih menunggu itikad baik dari Google yang merupakan unit bisnis asing yang memperoleh penghasilan dari Indonesia dan nilainya tentu saja sangat besar ini untuk patuh dalam aturan pembayaran pajak. Menurutnya, jika nanti Goole Indonesia tetap menolak pemerksaan, maka pihak DJP akan segera menaikkan statusnya ke penydikina pidana dalam 3 hari ke depan.

Awalnya, pemeriksaan dilakukan karena sejak beroperasi di Indonesia tepatnya mulai tahun 2011, menurut Haniv, Google sama sekali tidak membayar pajak ke Indonesia. Hingga diketahui pada tahun 2015 lalu, omzetnya sekitar Rp 6 triliun.

Berdasarkan Pasal 29 Undang- Undang Nomor 28 Tahun 2007 tentang Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP), DJP berhak memeriksa semua usaha di Indonesia. Dalam Pasal 39 disebutkan, menolak pemeriksaan diancam hukuman pidana.

Namun, rupanya Google masih tetap mengelak. Pihaknya bersikukuh mengatakan bahwa selama ini telah taat membayar pajak. Informasi ini dirangkum dari sumber yang sama mengatakan bahwa perwakilan Google Indonesia melalui surat elektronik yang diterima redaksi menyatakan, pihaknya telah beroperasi di Indonesia sejak 2011 dengan nama PT Google Indonesia. Sejak itu, mereka taat membayar semua kewajiban pajak yang berlaku. Lalu, kira-kira apa langkah yang akan dilakukan DJP berikutnya?

Top