WhatsApp Bakal Bredel Penggunanya

Tak Setuju, WhatsApp Terancam Tak Bisa Diakses – Penyedia layanan OTT, WhatsApp hari ini mulai menelurkan kebijakan baru. Setelah sebelumnya sempat membuat aplikasinya menjadi aplikasi berbayar, kali ini WhatsApp dikabarkan akan menyabet iklan ke dalam aplikasinya. Kebijakan ini bisa dibilang mulai berjalan terbalik dengan prinsip WhatsApp terdahulu yang memaksa penggunanya membayarkan sejumlah harga demi menjaga komunitas bersih dari iklan.

whatsapp bakal bredel penggunanya

Perubahan ini tentu tak akan lepas dari campur tangan Facebook. Pasalnya, semenjak tahun 2014, Facebook telah resmi berkuasa atas gerak jalan WhatsApp. Hal dalam beberapa tahun terakhir semakin santer terlihat lantaran WhatsApp sedikit demi sedikit berubah rasa menjadi Facebook dari sisi fiturnya. Puncaknya, hari ini 27 Agutus 2016, secara serentak WhatsApp emngumukan perubahan aturan penggunanya.

Setidaknya ada 4 poin penting dalam perubahan aturan pengguna ini. Pertama, WhatsApp memastikan akan tetap menggunkana teknik enkripsi end-to-end. Sehingga dapat dipastikan pesan yang dikirimkan tak akan bisa dibaca oleh siapapun termasuk WhatsApp kecuali oleh si penerima pesan. Kedua, dalam penyampaian iklan tak akan ada banner, hal ini tentu cukup melegakan karena pengguna sebenarnya paling malas disuguhi tampilan dengan banyaknya banner iklan.

Ketiga, WhatsApp akan mengizinkan berbagai perusahaan untuk beriklan dalam platformnya. Iklan tersebut dikatakan akan disampaikan dalam bentuk pesan. Prosesnya hampir mirip dengan SMS broadcast, hanya saja yang mengirimkan broadcast dari perusahaan pengiklan. Keempat, WhatsApp juga akan membagi data penggunanya dengan Facebook sebagai pemiliknya. Janjinya, data tersebut akan dipakai untuk meningkatkan relevansi iklan yang tampil di akun yang entah bagaimana korelasinya.

Menariknya, pengguna lama diberi pilihan untuk menolak aturan berbagi data tersebut. Namun apabila terlanjur menekan, pengguna lama bisa mengubah pilihan tersebut hingga 25 September mendatang. Apa yang terjadi jika pengguna tidak setuju? Jika merujuk pada pesan WhatsApp yang berbunyi, ‘Please Agree to The Terms And Policy by 25 September 2016 to continue using WhatsApp’, maka dengan tidak menyetujui dapat diartikan ‘the user can’t continue using WhatsApp’ alias kehilangan akses terhadap aplikasi OTT ini. Baca juga Aplikasi pesan instan akan mulai dijejali dengan berbagai iklan dan WhatsApp Tarik Janjinya.

Top