SwiftKey Dituduh Bocorkan Data Pengguna

SwiftKey Mengelak Ada Kebocoran Data Pengguna – Dunia Android OS nampaknya memang telah mampu meningkatkan peradaban umat manusia setingkat lebih tinggi lagi. Pasalnya, dengan sistem perangkat lunak dengan sumber terbuka plus touchscreen yang bersatu dengan LCD, membuat Android mampu menerapkan teknologi yang sebelumnya dibatasi hardware dan serangkaian kerumitan hak cipta. Namun demikian, kebebasan ini tentunya menimbulkan masalah baru yang lebih kompleks pula.

swiftkey dituduh bocorkan data pengguna1

Salah satu hal yang wajib dalam dunia touchscreen Android adalah keyboard virtual. Pasalnya, keyboard virtual ini sudah menjadi barang mutlak sebagai inputan dalam membuat teks di perangkat canggih ini. Menariknya, walaupun Google sudah merancang keyboard default dengan segala kelebihannya, masih banyak orang yang kurang suka sehingga memilih alternatif yang dirasa lebih ‘indah’. Salah satunya SwiftKey.

Sayangnya, dilansir dari Okezone (1/8/2016), kali ini SwiftKey dituduh telah menyerobot data pengguna. Hal ini terjadi lantaran SwiftKey memberikan rekomendasi kata yang tak seharusnya direkomendasikan. Jika melihat teknologi SwiftKey yang ada, Keyboard ini memang memiliki kemampuan clouding untuk membuat prediksi teks yang lebih akurat bagi para penggunanya. Tujuannya sederhana, yakni mempersingkat penulisan para penggunanya.

Parahnya, rekomendasi kata yang tak seharusnya tersebut dituduh merupakan informasi dari perangkat lain yang menggunakan produk SwiftKey tersebut. Hal ini ditampakkan dari adanya alamat email yang disarankan bukan merupakan daftar email dari pengguna bersangkutan. Selain itu, sempat muncul pula saran kata yang berasal dari bahasa lain yang digunakan oleh pengguna.

Menanggapi kabar tersebut, SwiftKey membantah telah terjadi kebocoran data antar pengguna. Menurutnya apa yang terjadi merupakan suatu kesalahan teknis yang saat ini sedang diproses oleh SwiftKey untuk diperbaiki agar dapat berjalan sebagaimana mestinya. Menurutnya pula, pihaknya hanya mengalami gangguan teknis tentang personalisasi saja.

Sebagai informasi, pada saat keyboard virutal di instal, lazimnya aplikasi akan meminta persetujuan izin pengguna untuk mengambil teks yang diketikkannya. Pada dasarnya secara fungsional perizinan ini wajib adanya lantaran keyboard memang akan mengolah kata yang kemudian akan diteruskan dalam kode-kode yang dipahami oleh OS dan/atau apliasi lain. Namun bukan berarti, kata yang diketik menjadi hak perusahaan virtual keyboard secara otomatis karena tujuannya hanya sebagai keyboard saja. Baca juga Bug Fatal Ditemukan di Keyboard Bawaan Samsung dan Microsoft Dikabarkan Membeli Aplikasi Keyboard Swifkey.

 

Top