Penurunan Tarif Interkoneksi Dinilai Untungkan Konsumen

Penurunan Tarif Interkoneksi Sebesar 26 Persen Efisienkan Tarif Operator Indonesia – Beberapa waktu belakangan, dikabarkan bahwa Peraturan Menteri telah memutuskan tentang penurunan tarif interkoneksi yang telah menghasilkan keputusan penurunan sebesar 26 persen. Dengan berlakunya peraturan tersebut, diharapkan bagi operator-operator Indonesia akan lebih mengefisienkan tarifnya.

penurunan tarif interkoneksi sebesar 26 persen efisienkan tarif operator indonesia

Dalam hal ini, Rudiantara selaku Menteri Komunikasi dan Informatika mengatakan seperti yang dirangkum dari Okezone, Selasa (09/08/2016) bahwa pihaknya berharap hal tersebut akan bisa memicu tarif retail yang lebih murah dari para operator selular sehingga penurunan akan bisa dirasakan antara 15 persen hingga 30 persen.

“Saya berharap bisa memicu tarif retail yang lebih murah sehingga efeknya diharapkan berupa penurunan tarif retail antara 15 sampai 30 persen,” ungkapnya.

separator

Tarif yang telah ada saat ini adalah Rp204 per menit yang diturunkan dari sebelumnya adalah Rp250 per menitnya. Meski demikian, menurut Kominfo, untuk biaya interkoneksi akan berbeda untuk setiap operator. Hal tersebut tergantung pada negosiasi business to business antar-operator.

Sementara itu, di lain sisi, Sudaryatmo selaku pengurus harian YLKI mengungkapkan bahwa tarif yang ada saat ini secara umum dapat menguntungkan bagi konsumen telekomunikasi di Indonesia.

“Secara umum, menguntungkan konsumen terutama dari operator kecil dengan jumlah pelanggan lebih sedikit,” tuturnya.

Namun, pihaknya lalu melanjutkan, untuk sekarang ini pengaruhnya memang belum begitu terasa atau belum memiliki dampak besar. Hal tersebut karena pengguna smartphone kebanyakan lebih beraih pada penggunaan data internet untuk saling berkomunikasi satu sama lain. Ia kemudian menerangkan  bahwa kehadiran dari aplikasi-aplikasi pesan instan seperti WhatsApp dan lainnya, telah emnggeser kebiasaan masyarakat dalam menggunakan layanan voice dan juga SMS. Pelanggan dinilai lebih banyak menggunakan aplikasi-aplikasi pesan instan yang menurut mereka lebih hemat.

“Karena pilihan aplikasi berbasis internet semakin beragam, pedan dan voice lebih murah. Jadi dampaknya tidak begitu besar bagi masyarakat,” Ungkap Sudaryatmo.

Sementara itu, tarif interkoneksi tersebut baru akan diberlakukan oleh pemerintah mulai 1 September 2016 mendatang melalui Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 8 tahun 2006 tentang interkoneksi.

Selain itu, meskipun biaya interkoneksi diturunkan, namun pemerintah tetap mendorongnya untuk tetap memberi kualitas pelayanan yang bagus. Baca juga Ini Dia Alasan Indosat Ooredo Kenakan Tarif Murah dan Telkomsel Tanggapi Sindiran Indosat Ooredoo di Sosial Media

Top