Komputer Mati, Peradaban Terhenti

Ketergantungan Manusia Pada Komputer Terbukti – Siapa sangka, jika dulu komputer hanya dipikirkan sebagai alat bantu hitung manusia? Nyatanya, komputer pada era ini telah mengalami evolusi yang bisa dibilang tak terkirakan. Pasalnya, komputer telah mampu diserap dalam berbagai aspek kehidupan masyrakat. Hal inilah yang membuat komputer menjadi satu-satunya alat yang ke depan akan ada di mana saja dalam setiap aktivitas manusia.

komputer mati peradaban terhenti

Tentunya, fenomena ini bisa saja menimbulkan orientasi ketagihan komputer bagi sebagian orang. Namun nampaknya, jika melihat proses kehidupan saat ini, orientasi atas komputer lebih ke arah kebutuhan yang tak dapat tergantikan. Hal ini artinya, tanpa kehadiran komputer, aktivitas kehidupan manusia akan terhenti sama sekali.

Simulasi hal tersebut nampaknya telah terjadi di Amerika Serikat. Kabarnya, otomatisasi melalui sistem komputer yang ada dalam negara tersebut mati dan menimbulkan dampak yang tak bisa dibilang ringan. Dilansir dari Kompas (10/8/2016), maskapai penerbangan di Amerika Serikat, Delta, dikabarkan kacau balau. Kekacauan ini mengakibatkan pelayanan check in tiket, pengaturan jadwal di bandara, hingga aplikasi mobile yang bersangkutan tak dapat difungsikan sebagaimana mestinya.

Alhasil, hanya 1700 penerbangan dari total 6000 jadwal yang bisa dioperasikan. Itupun terbilang memaksakan sistem lantaran sistem check in digantikan dengan pemberian boarding pass yang ditulis secara manual. Akibat hal tersebut, puluhan ribu penumpang Delta terpaksa terdampar di bandara-bandara di seluruh dunia.

Hal yang disayangkan, meskipun komputer utama Delta sudah berhasil dipulihkan namun Delta masih memberikan lampu kuning atas pembatalan dan reschedule untuk beberapa waktu ke depan. Pasalnya, kegagalan sistem komputer yang terjadi tersebut memang tak ringan. Jika dilihat, seharusnya kegagalan sistem komputer biasanya akan diantisipasi dengan mekanisme backup. Menariknya, dalam kasus ini back up yang seharusnya dilakukan juga gagal.

Untungnya, Delta mengakui kesalahannya dengan memberikan pilihan bagi penumpang untuk pembebasan biaya ganti penerbangan, refund, booking ulang, hingga akomodasi, dan tempat penginapan untuk para penumpang yang terdampar. Sayangnya, Delta masih belum bisa menjanjikan kapan masalah komputer ini akan berakhir. Baca juga Microsoft Bakal Pensiunkan Tablet 2-in-1 Surface 3 dan Crash Komputer Sebabkan Militer Kalang Kabut.

Top