Intel Gunakan ARM, Tanda Menyerah?

ARM Berikan Lisensi Ke Intel – Persaingan dalam dunia perangkat pintar mobile nampaknya tak hanya dilalui oleh vendor-vendor peramunya saja macam Apple, Samsung, Xiaomi, dll. Pasalnya, jika ditilik lebih mendalam lagi, setiap komponen dalam perangkat pintar mobile sejatinya dapat dipecah-pecah oleh pihak yang dianggap ahli untuk membuatnya. Untuk urusan chipset, entah mengapa popularitas perangkat mobile lebih suka menggunakan arsitektur milik ARM. Alhasil, ARM bisa dikatakan merupakan pionir pembuat chipset laris manis di kalangan perangkat pintar mobile.

intel gunakan arm tanda menyerah

Di sisi lain, sebelumnya Intel memang sudah lebih mudah di kenal dikalangan masyarakat. Pasalnya, Intel sendiri sudah lebih dahulu menjamah perangkat komputer yang lebih dahulu membumi di masyarakat ketimbang perangkat pintar mobile. Hal ini seharusnya secara logis membuat posisi tawar Intel lebih baik ketimbang ARM. Namun nampaknya, kenyataan pasar berkata lain.

Setelah sebelumnya berusaha bergeliat dibalik bayangan ARM, Intel akhirnya menandatangani kesepakatan lisensi untuk dapat menggunakan arsitektur chipset buatan ARM. Dilansir dari Kompas (31/8/2016), Intel secara tegas menyatakan telah menandatangani kesepakatan lisensi tersebut. Hal ini bahkan secara nyata diumumkan dalam ajang bergengsi Intel Developer Forum.

separator

General Manager Divisi Desain ARM, Will Abbey menyatakan bahwa tindakan ini akan membuat pengaruh besar di dunia industri perangkat pintar mobile ke depannya. Jika diingat lagi, kemampuan Intel untuk menyerap pasar memang sudah tak dapat diragukan lagi. Selain itu, selama ini kemampuan arsitektur chipset yang dibuat oleh ARM memang tak dapat dipungkiri menjadi kepercayaan para vendor besar perangkat pintar mobile. Adanya kedua komposisi tersebut nampaknya memang menjadi hal yang menakutkan bagi para kompetitor produsen chipset macam Qualcomm maupun MediaTek.

Sayangnya, langkah yang diambil Intel memang tergolong terlambat. Beberapa pengamat malah menyatakan Intel terkesan lamban menerima permintaan pasar. Jika ditilik kembali, untuk pasar perangkat pintar mobile, Qualcomm dan MediaTek bisa dikatakan lebih populer ketimbang Intel. Sayangnya lagi, untuk beberapa varian perangkat pintar dengan chipset Intel sebelumnya memang tak begitu antusias diterima oleh pasar. Namun bisa saja, kesepakatan lisensi tersebut akan bisa merubah segalanya dalam waktu singkat. Baca juga Ganti Strategi, McAfee Dilego Intel dan Jam Pintar Intel Terlalu Panas.

Top