Hati-Hati! Ransomeware Makin Canggih

Cisco Sebut Adanya Ransomware Generasi Anyar Lebih Destruktif – Baru-baru ini kabar terbaru hadir dari sebuah Laporan Pertengahan Tahun Tren Cybersecurity 2016 dari Cisco yang mengatakan bahwa telah banyak perusahaan dirasa tidak siap dalam menghadapi serangan ransomware yang semakin canggih saja meretas situs orang ataupun perusahaan.

cisco sebut adanya ransomware generasi anyar lebih destruktif

Dalam hal ini, ada banyak faktor atau penyebab dari ketidaksiapan tersebut antara lain seperti infrastruktur yang lemah, rendahnya network engine hygiene, dan juga tingkat deteksi yang lambat sehingga memberi banyak waktu dan perlindungan bagi lawan atau ransomware tersebut untuk menjalankan operasinya. Berdasarkan hasil temuan riset tersebut, usaha untuk mendesak ruang operasional penyerang merupakan tantangan terbesar yang dihadapi oleh bisnis dan juga tentu saja mengancam fondasi utama yang dibutuhkan dalam transformasi digital. Begitulah yang dirangkum dari Okezone, Kamis (11/08/2016).

Selain itu, juga telah ditemukan bahwa kunci lain yang ditemukan dalam riset adalah penyerang yang telah melebarkan fokus mereka pada serangan server-side, metode serangan yang juga semakin berkembang juga adanya peningkatan penggunaan enkripsi untuk menutupi aktivitas sehingga korban bisa saja tidak menyadari adanya aktivitas peretas tersebut.

separator

Hingga saat ini, memang ransomware masih menjadi malware paling menguntungkan dalam sepanjang sejarah. Cisco sendiri telah memprediksi bahwa untuk tren ini akan tetap berlanjut, bahkan ransomware akan semakin destruktif dan dapat menyebar dengan sendirinya, menahan sleuruh jaringan dan membuat perusahaan-perusahaan tersandera.

Hal itu tentu saja semakin mebahayakan sistem jaringan dan merugikan perusahaan.

Dikatakan bahwa serangan modular bartu ransomware juga dapat mengubah taktik secara cepat untuk mekasimalkan efisiensi. Sebagai contoh mislanya, serangan ransomware di masa depan akan dapat menghindari deteksi dengan membatasi penggunaan CPU dan menghindar dari aksi command-and-control. Serangan ransomware baru ini lalu akan menyebar lebih cepat dan mereplikasi diri dalam organisasi sebelum menjalankan aktivitas ransom.

Sejauh ini, visibilitas antar jaringan dan endpoint masih menjadi tantangan utama. Rata-rata, perusahaan membutuhkan waktu sekitar 200 hari untuk mengidentifikasi ancaman baru. Sementara itu, Cisco sendiri terus berusaha mengupayakan untuk menekan waktu deteksi atau time to detection (TTD) hingga mencapai 13 jam pada akhir April 2016 untuk mendeteksi serangan yang tidak diketahui dalam 6 bulan sebelumnya.

Untuk itu, sebaiknya perusahaan lebih siap menjaga keamanan perangkat dan sistemnya karena para penyerang tentu saja akan semakin melakukan inovasi ke depannya. Baca juga Sharing Data Lewat Internet Target Empuk Bagi Ransomware dan Nokia Security Ungkap Platform Seluler Target Utama Malware

Top