Gara-gara Data, Facebook Kena Skandal di Jerman

Tolak Bekerja Sama dengan Investigasi Kriminal, Facebook Berselisih dengan Jerman – Kabar terbaru hadir dari jejaring sosial Facebook yang dilaporkan saat ini tengah berselisih paham dnegan pihak berwenang di Jerman. Kabarnya, perselisihan tersebut disebabkan oleh tuduhan bahwa Facebook menolak untuk bekerja sama dengan investigasi kriminal. Hal tersebut, sama seperti yang terjadi dengan aplikasi pesan instan WhatsApp beberapa waktu lalu yang sempat diblokir oleh Brasil terkait kasus serupa, menolak untuk memberikan data pengguna.

tolak bekerja sama dengan investigasi kriminal facebook berselisih dengan jerman

Seperti informasi yang dilaporkan Digital Trends dan dirangkum melalui Okzone, Rabu (10/08/2016) tertulis bahwa Facebook merilis pernyataan yang menyangkal klaim yang dibuat oleh mata-mata negara itu, dan dikumandangkan oleh menteri regional yang menyerukan hukum mengenai penyerahan data media sosial akan disahkan.

Pihak Facebook kemudian menegaskan  bahwa hal tersebut memberi bantuan ’round-the-clock’ kepada pihak berwenang di balik serangkaian serangan kekerasan di Munich, Wuerzburg dan Ansbach bulan lalu. Laporan atas transparansi jaringan sosial telah menghitung bahwa terkiat hal itu, Facebook menerima permintaan informasi dari Jerman selama tiga tahun terakhir dengan total 16.000 data.

separator

Sementara di tahun 2015, berdasarkan laporan dari Reuters mengatakan bahwa Facebook telah menghasilkan data sebanyak 42 persen dari permintaan negara, dibandingkan dengan 54 persen di Perancis dan 82 persen di Inggris. Namun, dalam hal ini, pihak pemerintah Jerman mengatakan, bahwa kurangnya kepatuhan harus berubah, terurtama ketika terkait dengan pertanyaan yang berhubungan dengan tersangka kasus terorisme.

Jika melihat permasalahannya, hal ini bukan pertama kalinya Facebook terlibah skandal terkait penolakannya dalam memberikan data ke otoritas negara. Sebelumnya, di bulan Juli 2016 kemarin, menteri keamanan Israel, Gilad Erdan juga telah menuduh perusahaan ini melakukan sabotase dari karya kepolisian negara karena kebijakan pelaporan obstruktif-nya.

Masih di bulan yang sama, Facebook juga digugat oleh sekelompok warga  negara Israel dan Amerika di pengadilan Amerika Serikat. Tuduhan tersebut adalah berkaitan dengan memfasilitasi serangan militan Palestina.

Seperti kita ketahui, Israel dan Palestina merupakan negara yang saat ini bersengketa. Jadi, indikasi sekecil apapun tentu akan menyebabkan perselisihan. Dan tentu saja jejaring sosial seperti Facebook ini adalah media yang paling rentan. Baca juga Brasil Blokir WhatsApp, Kini Vietnam Blokir Facebook dan Masalah Enkripsi WhatsApp Menjadi Penyebab Pemblokiran

Top