Awas! Ada Sauron di Komputer Anda

Remsec Bernama Sauron, Spyware yang Intai Data Komputer di Sejumlah Negara – Setelah sebelumnya menginformasikan terkait kehadiran ransomware yang semakin canggih, kini informasi terbaru adalah terkait pengintaian yang dilakukan oleh spyware. Seperti diketahui, spyware ini merupakan program jahat yang mampu mengintip data di dalam komputer di sejumlah negara. Pada program jahat tersebut, terdapat referensi yang merujuk pada Sauron, tokoh antagonis utama yang ada dalam trilogi Lord of The Rings.

remsec bernama sauron spyware yang intai data komputer di sejumlah negara

Berdasarkan penelusuran yang dilakukan oleh Symantec diketahui bahwa program jahat tersebut bernama Remsec. Sebuah kelompok peretas yang disebut sebagai Strider memakainya untuk memata-matai target tertentu di Belgia, China, Rusia dan Sweida. Informasi tersebut seperti yang dirangkum dari KompasTekno, Jumat (12/08/2016).

Remsec yang mengandung nama Sauron tersebut memang hanya digunakan untuk menjadi mata-mata saja. Strider nampaknya tidak memanfaatkan untuk ransomweare, ataupun untuk menyandera komputer atau alat perusak lainnya.

separator

Dalam hal ini, Symantec menyimpulkan bahwa data-data yang telah berhasil di gondol oleh Strider ini memiliki nilai tinggi bagi organisasi intelijen negara tertentu. Selain itu, bahkan dikatakan bahwa sekelompok Strider tersebut memiliki hubungan dnegan kelompok lain yang bernama Flammer. Kelompok ini, belakangan diketahui juga memakai cara, teknik menyerang, dan program jahat yang sama.

Dalam keterangannya, Symantec mengatakan bahwa kelompok Strider ini sendiri telah mulai aktif sejak Oktober 2011. Selama itu pula mereka menyembunyikan diri. Untuk targetnya, mereka menyerang sebuah individu atau organisasi tertentu yang menarik bagi intelijen milik suatu negara.

Jika Strider telah berhasil masuk pada satu komputer, Remsec ini akan bisa bergerak secara diam-diam dan sangat efektif. Program jahat ini membuat peretas bisa mengendalikan komputer yang telah terinfeksi, memindah data-data dan juga memasang modul-modul tertentu di dalam komputer tersebut.

Selain itu, program jahat yang bernama Sauron tersebut bekerja melalui koneksi internet. Artinya, ia hanya akan menumpang pada penyimpanan memori sementara, tidak masuk dan bersarang di harddisk pengguna. Hal inilah yang membuatnya susah terdeteksi karena antivirus biasa tidak akan mampu mengetahui keberadaannya dan menghapusnya.

Sejauh ini, hanya diketahui sebanyak 36 serangan yang terjadi pada 7 organisasi di empat negara. Jadi, Anda tak perlu terlalu khawatir karena program jahat ini tidak menyerang khayalak umum. Baca juga Cisco Sebut Adanya Ransomware Generasi Anyar Lebih Destruktif dan iPhone miliki software pemantau aktivitas pengguna

Top