Aneh, Sony Putuskan Defokus!

Di India, Sony Hanya Berikan Produk Premium – Jika melihat kondisi pasar konvensional, nampaknya hanya ada dua jenis cara berdagang yang top. Pertama, menjual barang semurah mungkin dalam kuantitas yang banyak, dan yang kedua menjual barang semahal mungkin dalam kuantitas yang sedikit. Kedua pola ini dapat diterapkan pada jenis pasar yang digantungkan pada perilaku konsumennya.

aneh sony putuskan defokus

Namun nampaknya, semenjak era telepon pintar menjadi demam seluruh masyarakat di dunia hal tersebut menjadi tak berlaku. Pasalnya, tak sedikit ponsel pintar yang murah tak laku-laku yang mirisnya berlaku sebaliknya pada ponsel mahal yang laku bagai kacang goreng. Hal inilah yang kemudian mengubah cara berbisnis para pemain pasar telepon pintar di dunia.

Uniknya, metode pasar konvensional saat ini malah dilakukan oleh Sony di India. Dilansir dari Okezone(2/8/2016), Head of Xperia Business Sony, Vijay Singh telah mengonfirmasi perilaku Sony ke depan. Perilaku yang dimaksud adalah hanya memfokuskan diri pada produk-produk tertentu dan pada channel tertentu saja.

separator

Masih dilansir pada laman yang sama, fokus yang dilakukan Sony malah cenderung unik. Pasalnya, apabila merek lain getol untuk melebarkan sayap, Sony disinyalir akan mempertahankan kepakan sayap yang sudah ada. Itupun juga terbatas pada produk-produk yang sudah dipastikan akan untung ketimbang menggunakan metode coba-coba.

Menariknya, secara gamblang Sony menyatakan diri akan melakukan defokus terhadap pasar tertentu. Hal tersebut di lakukan di India, Amerika Serikat, China, dan Brasil. Defokus ini hanya akan memfokuskan produk-produk berkelas dan premium ketimbang membuat produk murah seperti pemain ponsel pintar lainnya.

Hal tersebut dilakukan tak lain karena adanya pergeseran yang luar biasa pada pasaran internasional telepon pintar. Jika beberapa tahun silam konsumen hanya dapat merasakan perangkat dari pemain-pemain terkenal dalam bidang teknologi, namun dalam beberapa tahun ini memang sudah banyak pemain baru yang tiba-tiba menjelma menjadi pemegang pasar. Nampaknya hal ini yang menjadi pertimbangan Sony ketimbang kudu menghabiskan energi untuk bersaing di pasar yang lebih murah. Baca juga Nilai Yen Menguat di Kuartal Kedua, Pendapatan Sony Mobile Untung Besar dan Prodak Baru Sony di ajang IFA 2016.

 

Top