Perusahaan Cina Ajukan Kembali Pembelian Opera

Opera Dilirik Perusahaan Cina – Perusahaan Software asal Norwegia, Opera, kali ini menjadi primadona dalam jagad teknologi dunia. Pasalnya, setelah beberapa kali melakukan inovasi yang tak ada duanya, Opera juga dengan gagah berani menyatakan perang sehat produknya dengan merek-merek bekan macam Micosoft dan Google dalam ranah browser-nya. Itu artinya, secara kemampuan Software buatan Opera sudah sangat berani untuk unjuk gigi di atas merek-merek raksasa tersebut.

perusahaan cina ajukan kembali pembelian opera

Hal tersebut akhirnya memang memberikan buah manis bagi Opera. Pasalnya, Opera sempat dikabarkan akan dicaplok oleh konsorsium perusahaan asal Cina. Bahkan, nilai pencaplokan itu tak tanggung-tanggung lantaran mencapai 1.2 Miliar USD. Tentu saja, angka tersebut bukan angka yang kecil untuk menjadi mahar bagi Opera.

Sayangnya, diberitakan melalui Kompas (20/7/2016), rencana pencaplokan tersebut menemui jalan buntu. Konsorsium yang terdiri atas Kunlun Tech Co. dan perusahaan pencarian dan keamanan Qihoo 360 Technology Co, tersebut kabarnya mengurungkan niatnya untuk segera mencaplok Opera. Hal ini kabarnya bukan disebabkan karena hal-hal internal antara konsorsium dan Opera, melainkan akibat regulasi yang berlaku pada bisnis yang dijalankan Opera.

Masih dilansir dari laman yang sama, Opera disebut-sebut memiliki lini bisnis yang memiliki potensi masalah dengan aturan yang berlaku di Amerika Serikat. Pasalnya, beberapa unit bisnis Opera disebut-sebut memiliki potensi masalah hukum dalam hal privasi penggunanya. Hal ini tentunya akan menjadi konsen yang serius bagi Pemerintah AS sendiri.

Menurut konsorsium tersebut, apabila akuisisi dipaksakan tetap terjadi, maka ada kemungkinan akan terhambat dengan regulasi yang berlaku di Amerika Serikat. Untuk itu, konsorsium perusahaan Cina tersebut menarik kembali penawaran semula dengan rencana penawaran akuisisi yang baru. Rencana ini nantinya hanya akan mengambil alih bisnis Opera yang dirasa aman saja.

Setidaknya, konsorsium perusahaan Cina tersebut hanya akan mengambil alih atas bisnis mobile phone dan browser komputer desktop milik Opera, divisi aplikasi performa dan privasi, bisnis lisensi teknologi, serta saham Opera di perusahaan joint venture China, nHorizon. Sedangkan untuk bisnis yang memiliki potensi masalah hukum seperti iklan dan pemasaran Opera, operasi TV, serta aplikasi terkait game milik Opera tak akan dibeli oleh konsorisum tersebut. Baca juga Pertandingan Browser Tercepat Dimotori Opera dan Fitur Enkripsi Jadi Default Di Opera Browser.

Top