OnePlus Ogah Buat Perangkat VR

OnePlus Tetap Konsisten Di Pasar Telepon Pintar – Perkembangan perangkat VR atau virtual reality dianut beberapa perusahaan teknologi sebagai masa depan dunia teknologi jangka panjang. Pasalnya, teknologi ini memang berusaha membuat nyata apa yang selama ini diidam-idamkan oleh umat manusia yakni membawa alam maya ke alam nyata. Hal ini merupakan alasan yang logis, mengapa bagi sebagian besar perusahaan teknologi ‘ngebet’ banget untuk membesut teknologi masa depan ini.

oneplus ogah buat perangkat vr

Sayangnya, pemahaman ini tak selamanya dapat dibenarkan oleh perusahaan lain. Seperti OnePlus, perusahaan yang secara nama besar ini malah memilih berhati-hati ketimbang menjadi pengikut perusahaan-perusahaan besar lainnya. Dilansir dari Okezone (1/7/2016), Co-founder OnePlus, Carl Pei menyatakan bahwa teknologi Virtual Reality saat ini masih berisiko sangat tinggi untuk memaksa OnePlus masuk ke dalamnya.

Pasalnya, jika melihat kebutuhan pasar saat ini ternyata perangkat wearable semacam VR dan smartwatch tidak mengalami kenaikan yang signifikan. Parahnya, penurunan tingkat penjualan malah tercatat dalam sejarah dua tahun ini. Hal ini memang menjadi alasan logis bagi OnePlus untuk lebih memilih aman ketimbang main ke ranah-ranah baru ayng belum jelas ujungnya.

Jika melihat kondisi pasar VR sendiri, ternyata saat ini perusahaan yang membesutnya bukan lagi perusahaan kecil melainkan perusahaan raksasa macam Google, Oculus, dan Valve. Itu berarti, jika OnePlus mau bermain dalam pasar yang sama dan tidak melakukan kerja sama, ketiga perusahaan raksasa yang telah lebih dulu merasakan kejamnya pasar gadget menjadi lawan yang sengit untuk disaingi.

Hal ini tentunya menambah alasan bagi OnePlus untuk tidak gegabah dalam mengambil keputusan. Bahkan menurut Carl, jika memang terpaksa terjun ke dalam bisnis VR, nampaknya masih dipelrukan riset terhadap minat pasar selama bertahun-tahun. Riset ini tentu akan digunakan sebagai bahan pertimbangan sebelum OnePlus mengucurkan dananya pada proyek ini.

Jika melihat dari sisi konsumen, teknologi yang ditawarkan oleh perangkat VR memang sangat menggoda. Namun demikian, secara harga dan dibandingkan dengan komunitas yang dibangun melalui VR nampaknya belum banyak dilihat penting bagi konsumen. Secara sederhana, lebih mudah ‘memamerkan’ ponsel pintar premium ketimbang perangkat VR kepada orang lain. Baca juga Tak Beri MicroSD, Kepala OnePlus 3 Berkomentar dan Bos OnePlus Tegaskan Tidak akan Ada Generasi Penerus OnePlus X.

Top